- Investigasi terhadap praktik perekrutan Ketua SEC Gensler menimbulkan kekhawatiran akan bias politik, yang berpotensi memengaruhi objektivitas dan pengawasan agensi terhadap keputusannya, terutama di sektor kripto.
- Penyelidikan ini dapat menguntungkan Ripple dan XRP karena mempertanyakan ketidakberpihakan Gensler setelah pertarungan hukum baru-baru ini.
Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Gary Gensler sedang diselidiki oleh anggota parlemen terkemuka, yang menimbulkan pertanyaan tentang ketidakberpihakan badan pengatur tersebut. Perwakilan Jim Jordan, Patrick McHenry, dan James Comer memimpin penyelidikan, yang berfokus pada praktik perekrutan Gensler.
Penyelidikan ini secara khusus menuduh bahwa favoritisme politik mempengaruhi keputusan personil kunci dalam proses perekrutan. Pengawasan ini dapat berimplikasi positif bagi Ripple dan XRP karena pertarungan hukum antara perusahaan blockchain dan SEC berakhir bulan lalu.
Bagaimana Penyelidikan Terhadap Gary Gensler Dapat Mempengaruhi Ripple & XRP
Sebuah email yang diperoleh melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA) oleh Virtu Financial memicu penyelidikan baru-baru ini. Haoxiang Zhu, yang sekarang menjabat sebagai Direktur Perdagangan dan Pasar SEC, telah memasarkan dirinya sebagai “di tempat yang tepat dalam spektrum politik” sebelum dipekerjakan oleh SEC pada November 2021.
Jurnalis Fox Business Eleanor Terrett membagikan perkembangan tersebut di media sosial, menyoroti bagaimana detail ini menjadi dasar penyelidikan terhadap perilaku Gensler. Waktu perekrutan Zhu telah menimbulkan kekhawatiran tentang objektivitas peraturan SEC di bawah Gensler.
Dengan demikian, Ketua SEC telah menarik perhatian yang signifikan dari komunitas kripto. Di sisi lain, ada juga kekhawatiran bahwa dia bisa menjadi Menteri Keuangan berikutnya jika Kamala Harris memenangkan Pemilihan Presiden mendatang pada tahun 2024, lapor CNF.
Investigasi ini sangat penting, karena pertarungan hukum antara Ripple dan SEC berakhir bulan lalu pada 8 Agustus. Meskipun perusahaan pembayaran blockchain tersebut mendapat denda sebesar US$125 juta, netizen menganggapnya sebagai kemenangan parsial. Anggapan ini karena denda tersebut 94% lebih rendah dari yang diminta oleh agensi.
Oleh karena itu, penyelidikan terhadap praktik perekrutan Gensler dapat memberikan keuntungan baru bagi Ripple dengan anggota parlemen yang terlibat dalam berbagi kritik terhadap pendekatan regulasi SEC di bawah Gensler.
Salah satu anggota parlemen yang memimpin penyelidikan, Patrick McHenry, sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang transparansi SEC.
Dengan adanya penyelidikan baru ini, kemungkinan adanya keberpihakan politik di dalam SEC dapat melemahkan kepemimpinan Gensler dan memengaruhi keputusan badan tersebut, termasuk keputusan mengenai Ripple. Jika kepemimpinan Gensler dipertanyakan, terutama terkait ketidakberpihakannya, maka hal ini dapat memaksa
SEC untuk mempertimbangkan kembali taktik penegakan hukum yang agresif terhadap perusahaan. Ini berarti kemungkinan banding bisa lebih rendah karena tenggat waktu semakin dekat, menurut laporan CNF.
Kritik & Implikasi yang Lebih Luas
Virtu Financial, yang sedang menghadapi perselisihan hukumnya sendiri dengan SEC, telah bersuara lantang mengenai penyelidikan ini. Dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Terrett, Douglas Cifu, CEO Virtu Financial, menyatakan:
Sayangnya, hal ini tidak mengejutkan. Saya telah berulang kali mengatakan bahwa agenda Gensler lebih dimotivasi oleh politik daripada keinginan tulus untuk meningkatkan pasar – dan hasil litigasi FOIA kami mengungkap hal itu.
Sementara itu, penting juga untuk dicatat bahwa jika pelanggaran SEC di bawah Gensler terbukti, perusahaan lain seperti Coinbase dan Binance juga dapat menuai keuntungan bersama Ripple. Di sisi lain, Gensler harus menjawab tuduhan tersebut secara resmi. Menurut Terrett, juru bicara agensi tersebut mengatakan, “Ketua Gensler akan menanggapi Anggota Kongres secara langsung.”

