- Potensi lonjakan Bitcoin hingga mencapai US$100 ribu didukung oleh beberapa faktor seperti aliran dana masuk dari institusi, ketidakpastian ekonomi, dan kepercayaan penambang yang meningkat.
- Kondisi ekonomi global, terutama di negara-negara seperti Perancis dan Rusia, meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai aset safe haven.
Bitcoin kembali mencapai angka US$95.000 pada tanggal 26 November, setelah penurunan singkat di bawah US$91.000. Reli 5% selama dua hari ini menandai pergeseran signifikan dari korelasi sebelumnya dengan imbal hasil Treasuri AS. Sebelumnya, dalam pembaruan CNF, tercatat bahwa Bitcoin (BTC) tampaknya berada di ambang lonjakan yang signifikan, dengan saldo Bitcoin di bursa mencapai level terendah dalam lima tahun.
Singkatnya, lompatan Bitcoin ke US$100 ribu didukung oleh (1) pemisahan diri dari pasar tradisional, (2) ketidakpastian ekonomi global, (3) arus masuk ETF institusional, dan (4) aktivitas penambang yang meningkat. Selain itu, para analis berpendapat bahwa daya tarik Bitcoin sebagai aset yang langka dan tahan sensor semakin meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Karena tantangan pertumbuhan membayangi negara-negara besar, para investor tampak semakin tertarik pada Bitcoin, meningkatkan prospeknya untuk mencapai US$100.000 sebelum akhir tahun.
Ketegangan Ekonomi Global Meningkatkan Daya Tarik Bitcoin
Kekhawatiran ekonomi di negara-negara besar seperti Prancis dan Rusia memicu narasi Bitcoin sebagai aset safe haven. Prancis menghadapi kenaikan imbal hasil utang dan gejolak politik, sementara Rusia bergulat dengan inflasi sebesar 8,5% dan melemahnya mata uang rubel.
Sementara itu, arus masuk ke ETF Bitcoin spot AS, termasuk dana Fidelity dan Bitwise, membalikkan arus keluar selama dua hari berturut-turut, menyuntikkan $103 juta pada tanggal 27 November. Perkembangan ini menggarisbawahi meningkatnya minat institusional terhadap Bitcoin, yang semakin memperkuat prospek bullish-nya.
Aktivitas Penambang Menandakan Keyakinan pada Pasar Bullish
Para penambang Bitcoin menandakan kepercayaan diri dalam kenaikan yang sedang berlangsung, mengakhiri arus keluar beruntun selama 10 hari dengan meningkatkan setoran ke alamat yang dikendalikan penambang, menurut Glassnode. Akumulasi penambang sering kali mengindikasikan optimisme tentang kinerja harga di masa depan.
Selain itu, rencana ambisius MicroStrategy untuk menyimpan 4% dari total pasokan Bitcoin pada tahun 2033 menyoroti keyakinan institusional terhadap potensi jangka panjang Bitcoin.
Dikombinasikan dengan data on-chain yang kuat dan momentum institusional, lintasan Bitcoin menuju US$100.000 tampaknya semakin masuk akal. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada harga US$95.009,43, setelah melonjak 1,57% dalam satu hari terakhir dan sedikit menurun 3,07% dalam satu minggu terakhir.
No coins selected
