- WLFI segera merilis kartu debit dan aplikasi ritel terhubung USD1 dengan integrasi Apple Pay.
- WLFI menegaskan tidak membuat blockchain sendiri untuk menjaga netralitas teknologi dan distribusi.
World Liberty Financial (WLFI) membuat gebrakan baru dengan rencana peluncuran kartu debit dan aplikasi ritel dalam waktu dekat.
Co-founder Zak Folkman menyebut produk ini akan hadir sebagai kombinasi “Venmo meets Robinhood,” karena menggabungkan fungsi pembayaran sehari-hari dengan fitur trading aset kripto.
Menariknya, stablecoin USD1 yang dikembangkan WLFI akan langsung bisa terhubung ke Apple Pay sehingga pengguna dapat membelanjakannya layaknya uang digital tradisional.
World Liberty Financial co-founder Zak Folkman said at Korea Blockchain Week that the project will launch a debit card and retail app “very soon,” enabling USD1 to be linked with Apple Pay and positioning the app as “Venmo meets Robinhood.” He emphasized WLFI will not launch its…
— Wu Blockchain (@WuBlockchain) September 23, 2025
Kartu Debit, Apple Pay, dan Posisi Netral
Langkah ini jelas memberi arah baru bagi adopsi stablecoin di ranah ritel. Pengguna nantinya tidak hanya menyimpan USD1 di dompet digital, tetapi juga bisa menggunakannya untuk membayar kopi pagi atau belanja online tanpa repot.
Folkman menegaskan World Liberty Financial tidak akan membangun blockchain sendiri, melainkan tetap netral agar bisa menjangkau berbagai ekosistem sekaligus.
Keputusan ini dianggap lebih fleksibel, meski di sisi lain bisa membuat WLFI bergantung pada infrastruktur pihak lain.
Namun demikian, WLFI tidak berjalan sendirian. Perusahaan ini sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Bithumb, bursa kripto besar di Korea Selatan, untuk menjajaki peluang bisnis. Kerja sama semacam ini membuka peluang integrasi lebih luas, terutama bagi pasar Asia yang dikenal sangat aktif.
Bukan cuma itu, World Liberty Financial juga sudah lebih dulu menyiapkan landasan lewat stablecoin USD1 yang diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi layanan pembayaran di aplikasi mereka.
Meski begitu, token WLFI sendiri sempat mengalami tekanan harga, menunjukkan bahwa pasar masih menunggu bukti nyata dari rencana ambisius tersebut.
Di sisi lain, CNF sebelumnya melaporkan bahwa pada akhir Juni lalu WLFI menggandeng Re7 Labs untuk memperluas jangkauan USD1.
Stablecoin itu mulai masuk ke vault di Euler dan Lista, sebuah langkah yang memperlihatkan keinginan mereka agar USD1 tidak hanya dipakai di dalam platform WLFI, melainkan juga beredar di berbagai protokol DeFi.
World Liberty Financial di Persimpangan Politik dan Inovasi Kripto
Keterlibatan keluarga Trump dalam World Liberty Financial membuat proyek ini jadi bahan perbincangan.
Beberapa pihak menyoroti potensi sentralisasi dan pengaruh politik yang mungkin melekat, terutama karena dominasi token WLFI dan sorotan publik terhadap nama besar yang terlibat. Humor kecilnya, mungkin inilah pertama kalinya dunia kripto bisa “disundul” langsung oleh nuansa politik Amerika.
Lebih lanjut lagi, pada bulan Maret lalu World Liberty Financial juga menjalin kemitraan dengan Sui untuk membangun cadangan strategis. Kerja sama ini tak hanya memperkuat ekosistem DeFi, tetapi juga dipandang berpotensi mendukung reli harga SUI di kemudian hari.
Cadangan semacam itu—bersama dengan inisiatif Bitcoin Trump—dianggap sebagai sinyal bahwa minat institusional maupun pemerintah terhadap aset digital semakin meningkat.
Meski Folkman belum menyebutkan tanggal pasti peluncuran kartu debit dan aplikasi ritel, antusiasme di komunitas tampak mulai tumbuh. Integrasi USD1 dengan Apple Pay jelas bisa membuat stablecoin ini lebih relevan bagi masyarakat luas, tidak hanya para trader kripto.
Pertanyaannya, apakah proyek ini benar-benar bisa menembus pasar dan bertahan di tengah regulasi yang kian ketat? Satu hal yang jelas, WLFI mencoba memposisikan diri bukan sekadar sebagai proyek kripto baru, tetapi sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan dunia digital yang terus berkembang.

