- Tether akuisisi saham minoritas Bit2Me untuk ekspansi di Eropa dan Amerika Latin.
- Bit2Me jadi platform Spanyol pertama yang diakui sebagai CASP oleh regulator Uni Eropa.
Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, diam-diam mengambil langkah besar ke pasar berbahasa Spanyol. Mereka baru saja membeli saham minoritas di Bit2Me, platform kripto asal Spanyol, dan memimpin pendanaan sebesar €30 juta.
Ya, Tether, yang biasanya disorot karena urusan cadangan dan stabilitas USDT-nya, kini menargetkan ekspansi yang lebih terarah. Langkah ini bukan cuma soal investasi modal, tapi soal memposisikan diri sebagai pemain utama di pasar yang sedang berkembang pesat.

Tether Incar Pangsa Pasar Baru Lewat Bit2Me
Yang bikin menarik, Bit2Me bukan sekadar exchange lokal biasa. Mereka sudah mengantongi lisensi sebagai penyedia layanan aset kripto (CASP) dari otoritas keuangan Spanyol. Ini membuat Bit2Me jadi yang pertama dalam kategori platform berbahasa Spanyol yang lulus regulasi Uni Eropa di bawah MiCA.
Dengan status itu, Bit2Me bisa leluasa menjangkau pasar di seluruh kawasan Uni Eropa—tentu dengan kepatuhan penuh terhadap aturan.
Di sisi lain, pihak Bit2Me menegaskan bahwa suntikan dana dari Tether tidak akan mengubah komitmen mereka terhadap standar hukum yang berlaku.
Bahkan, mereka menolak untuk mencantumkan USDT sebagai aset yang diperdagangkan. Alasannya cukup jelas: stablecoin milik Tether belum sesuai dengan kriteria MiCA. Agak ironis memang, Tether jadi investor utama, tapi produknya sendiri belum lolos masuk etalase.
Stabilitas Finansial Jadi Modal Baru dalam Ekspansi Kripto
Yang satu ini mungkin bikin banyak orang kaget: menurut laporan CNF beberapa hari lalu, Tether kini tercatat sebagai salah satu dari 20 besar pemegang Treasuri AS di dunia. Mereka bahkan melewati posisi Korea Selatan dalam daftar pemilik surat utang pemerintah Amerika Serikat. Rasanya sulit dipercaya, tapi ya—Tether, perusahaan stablecoin, kini berdampingan dengan institusi finansial dan negara-negara besar.
Lebih lanjut lagi, sepanjang paruh pertama 2025 saja, Tether berhasil mencetak laba bersih sebesar US$5,7 miliar. Sumber keuntungannya bukan cuma dari stablecoin, tapi juga dari investasi dalam emas dan Bitcoin.
Tak heran jika total pasokan USDT terus bertambah cepat, mendorong posisi Tether sebagai pemegang surat utang pemerintah AS yang cukup besar. Seolah-olah mereka sedang membalik naskah: dari perusahaan yang dulu diragukan transparansinya, kini jadi “raksasa sunyi” yang duduk nyaman di portofolio obligasi Amerika.
Namun demikian, reputasi Tether di masa lalu memang tidak mudah dilupakan. Tuduhan soal cadangan tak jelas, audit yang tertunda, hingga berbagai kritik dari regulator jadi catatan panjang. Tapi Bit2Me mengklaim sudah melakukan uji tuntas menyeluruh sebelum menyetujui kesepakatan. Mereka menilai laporan keuangan Tether yang kini lebih terbuka cukup jadi jaminan.
Bukan cuma itu, langkah ini memperlihatkan bagaimana lanskap kripto Eropa mulai berubah. Jika sebelumnya didominasi oleh proyek-proyek dari negara berbahasa Inggris, kini kawasan berbahasa Spanyol pun mulai menunjukkan tajinya. Apalagi, Bit2Me juga tengah menjajaki ekspansi ke Amerika Latin, termasuk Argentina yang makin akrab dengan kripto karena tekanan ekonomi berkepanjangan.

