- SPAR Swiss terima kripto di 100+ toko lewat kerja sama dengan Binance Pay dan DFX.
- Pembayaran kripto langsung dikonversi ke franc Swiss, tanpa risiko volatilitas bagi trader.
Pembeli di lebih dari seratus toko SPAR di Swiss kini bisa belanja sambil membayar dengan kripto. Bukan lagi cuma sekadar wacana, SPAR Switzerland resmi bermitra dengan Binance Pay dan DFX.swiss untuk menyediakan opsi pembayaran aset digital, termasuk stablecoin, secara langsung di kasir.
Jumlah aset yang bisa digunakan? Lebih dari seratus. Dan semuanya dikonversi secara instan ke franc Swiss, tanpa biaya gas. Enak, kan?
Binance Pay hits Swiss grocery aisles! 🛒
SPAR partners with Binance Pay and https://t.co/kABBw7gytB to enable seamless crypto payments at 100+ Swiss stores. 🤝
Pay with 100+ cryptocurrencies, zero gas fees, fiat settlement. 💳
Read more 👉 https://t.co/1E11wC7auL pic.twitter.com/PUZnbS9PpN
— Binance (@binance) August 19, 2025
Pembayaran Kripto Langsung di Kasir, SPAR Buka Jalan di Swiss
Jaringan ritel ini jadi yang pertama di Swiss yang melakukan peluncuran sistem pembayaran kripto dalam skala nasional. Artinya, pelanggan bisa menggunakan Binance Pay untuk membayar belanjaan harian mereka dengan cepat, lalu DFX akan mengonversi kripto tersebut ke mata uang lokal dalam sekejap. SPAR sendiri memastikan bahwa mereka tidak menyentuh kripto sama sekali—semua transaksi yang masuk tetap dalam bentuk fiat.
Meski baru berjalan di sekitar seratus toko, target jangka pendeknya jauh lebih ambisius. Mereka ingin memperluas sistem ini hingga menjangkau 300 toko dalam beberapa bulan ke depan. Walau jadwal resminya belum dibuka ke publik, tim mereka optimis ekspansi penuh akan berjalan mulus seiring antusiasme pelanggan yang terus tumbuh.
Bukan cuma itu, solusi ini juga disebut-sebut bisa memangkas biaya transaksi merchant hingga dua pertiga dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional seperti Visa atau Mastercard. Pedagang tak perlu repot menanggung fluktuasi nilai kripto karena semua langsung dikonversi ke fiat. Di sisi lain, pelanggan juga tak dibebani biaya gas, yang biasanya menjadi momok dalam transaksi aset digital.
Prosesnya cukup sederhana. Pengguna tinggal scan QR dari DFX, pilih aset kripto yang diinginkan, dan selesaikan transaksi lewat aplikasi Binance Pay. Semuanya selesai dalam hitungan detik. Buat para pengguna kripto yang sudah akrab dengan transaksi digital, ini bisa jadi pilihan baru buat belanja tanpa harus gesek kartu.
Namun demikian, sistem ini tetap menuai tanggapan beragam. Di komunitas kripto lokal, ada yang menyambutnya sebagai kemajuan, tapi ada juga yang merasa ini tak lebih dari “kartu debit versi kripto”—karena pada akhirnya, tetap saja pedagang menerima fiat.
Binance Dorong Adopsi Kripto, Tapi Isu Keamanan Masih Membayangi
Di luar itu, Binance memang sedang gencar membangun jembatan antara aset digital dan kehidupan sehari-hari. Pada Juli lalu, CNF sempat melaporkan bahwa Binance telah mulai menerima stablecoin berbasis yield seperti USYC dan cUSDO sebagai jaminan untuk penyelesaian transaksi luar bursa klien institusional.
Tujuannya? Agar institusi tetap bisa akses likuiditas tanpa harus keluar dari ekosistem blockchain. Langkah ini menunjukkan betapa mereka serius mendorong adopsi kripto di berbagai skala, dari institusi hingga ritel.
Tapi tunggu dulu—ada juga sisi lain yang tak bisa diabaikan. Kami sempat mengangkat isu pada akhir Maret lalu tentang dugaan kebocoran data pengguna dari platform seperti Gemini dan Binance.
Data pribadi dalam jumlah ratusan ribu diduga diperjualbelikan secara bebas oleh aktor di dark web. Bahkan, malware seperti StilachiRAT dan serangan phishing disebut sebagai pintu masuk utama dalam pencurian informasi sensitif tersebut.
Kasus ini jelas jadi pengingat bahwa di tengah semua kemudahan dan inovasi yang ditawarkan sistem pembayaran berbasis kripto, keamanan tetap tak boleh dilupakan. Adopsi teknologi baru memang menggoda, tapi kalau urusan perlindungan data tidak dibarengi dengan pengawasan ketat, semua bisa buyar dalam semalam.
Kembali ke SPAR, terlepas dari pro dan kontra yang ada, ini tetap langkah berani. Menyediakan opsi pembayaran kripto secara langsung di toko fisik bisa menjadi penggerak adopsi massal—atau setidaknya, percakapan baru soal peran aset digital dalam kehidupan sehari-hari.

