- SoFi akan meluncurkan stablecoin baru yang dijamin penuh dolar AS dengan cadangan di rekening Federal Reserve.
- Ekspansi layanan mencakup trading, staking, pinjaman kripto, dan pengiriman uang lintas negara berbasis blockchain.
SoFi, perusahaan keuangan digital asal Amerika Serikat, resmi mengumumkan langkah besar dengan meluncurkan stablecoin baru sekaligus memperluas layanan kripto mereka.
Pengumuman ini datang setelah sebelumnya SoFi sempat menghentikan layanan kripto pada 2023 demi memenuhi syarat lisensi bank nasional. Kini, mereka kembali masuk dengan strategi yang lebih ambisius, berbekal izin resmi dan dukungan infrastruktur perbankan tradisional.
Berdasarkan laporan The Defiant, stablecoin yang akan diperkenalkan SoFi dijanjikan memiliki cadangan penuh dolar AS melalui rekening deposito di Federal Reserve. Setiap token dijamin satu banding satu dengan dolar, sehingga pengguna tidak perlu meragukan keamanannya.
Lebih lanjut lagi, SoFi juga menawarkan insentif berupa imbal hasil sekitar 4% bagi merchant atau mitra yang memanfaatkan stablecoin ini dalam ekosistem pembayaran mereka. Mereka ingin mendorong adopsi lebih cepat dan memberikan daya tarik bagi pelaku bisnis yang selama ini masih ragu masuk ke dunia blockchain.
Strategi SoFi di Tengah Ketatnya Regulasi
Menariknya, SoFi tidak hanya menyiapkan stablecoin sebagai alat pembayaran, melainkan juga berencana menghidupkan kembali perdagangan kripto untuk aset seperti Bitcoin dan Ethereum. Mereka bahkan merancang fitur staking, hingga opsi pinjaman berbasis aset digital.
Bukan cuma itu, portofolio pinjaman yang dimiliki SoFi juga akan ditokenisasi sehingga investor ritel bisa membeli dalam pecahan kecil. Cara ini dipandang bisa membuka akses investasi yang lebih luas, meski tantangan transparansi tetap mengintai.
Namun demikian, ada hal yang patut dicermati. Regulasi di Amerika Serikat melarang penerbit stablecoin memberikan bunga langsung kepada pemegang token. Artinya, rencana imbal hasil 4% tidak bisa diberikan begitu saja kepada semua pengguna.
Besar kemungkinan insentif itu hanya akan ditujukan untuk merchant atau mitra strategis, sementara pengguna biasa menikmati manfaat melalui efisiensi biaya transaksi. Di sisi lain, SoFi juga menyiapkan fitur pengiriman uang lintas negara berbasis blockchain, bekerja sama dengan Lightspark untuk memastikan konversi dolar ke kripto lalu ke mata uang lokal berjalan lancar.
Latar Belakang Global Stablecoin
Konteks global menunjukkan bahwa SoFi bukan satu-satunya pemain yang serius di arena stablecoin. Di sisi lain, CNF melaporkan bahwa Tether baru saja meluncurkan stablecoin bernama USAT melalui platform Rumble.
Stablecoin ini ditujukan khusus untuk pasar Amerika Serikat dengan kepatuhan regulasi terbaru serta dukungan dari Anchorage Digital Bank. Kehadiran USAT jelas menjadi pesaing kuat bagi SoFi, terutama karena reputasi Tether yang sudah mapan di pasar stablecoin internasional.
Tak berhenti di situ, September lalu Australia juga memperkenalkan stablecoin AUDM dengan dukungan penuh regulasi. AUDM hadir dengan cadangan 1:1 dolar Australia dan mendapat restu dari ASIC, AFSL, hingga pendaftaran AUSTRAC.
Stablecoin ini dirilis oleh Macropod di jaringan Ethereum dan Redbelly, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem aset digital di Negeri Kanguru.
Perkembangan ini memberi gambaran jelas bahwa stablecoin kini bukan hanya proyek teknologi, tetapi juga instrumen finansial yang kian diakui regulator di berbagai negara.
Dengan berbagai gebrakan ini, SoFi mencoba memosisikan diri sebagai penghubung antara sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain modern.

