- SharpLink Gaming menambah cadangan Ethereum hingga 728.804 ETH dan hampir seluruhnya dialokasikan untuk staking.
- Perusahaan meluncurkan metrik baru “ETH Concentration” guna mengukur kepemilikan ETH relatif terhadap jumlah saham terdilusi.
SharpLink Gaming kembali jadi sorotan setelah mengumumkan bahwa mereka kini memiliki cadangan Ethereum (ETH) sebesar 728.804 ETH, atau setara dengan kurang lebih US$3,4 miliar. Menariknya, hampir seluruh jumlah tersebut langsung dikunci melalui mekanisme staking.
Dari langkah itu, perusahaan sudah berhasil meraih imbalan sebanyak 1.326 ETH. Angka tersebut tentu bukan kecil, mengingat hanya dalam hitungan pekan mereka bisa mendapatkan hasil tambahan yang cukup berarti.
JUST IN: SHARPLINK GAMING HAS INCREASED ITS ETH TREASURY TO 728,804 ETH (APPROXIMATELY $3.4 BILLION) AND HAS STAKED ALMOST THE ENTIRE AMOUNT, EARNING 1,326 ETH IN REWARDS.
Source: @CryptosR_Us https://t.co/l8Xnfnsl1s pic.twitter.com/mHlzaHqnX4
— Mario Nawfal’s Roundtable (@RoundtableSpace) August 17, 2025
Strategi SharpLink di Treasuri ETH Berbuah Risiko dan Peluang
Kalau menengok ke belakang, perkembangan ini terlihat begitu cepat. Juli lalu, CNF sebelumnya melaporkan bahwa SharpLink telah menambah kepemilikan hingga 438.190 ETH dan langsung tercatat sebagai salah satu institusi dengan jumlah Ethereum terbesar pada saat itu.
Kala itu, mereka berhasil menghasilkan 722 ETH dari staking serta memperkenalkan metrik baru bernama ETH Concentration, yang mengukur jumlah ETH per 1.000 saham terdilusi. Dalam hitungan minggu, metrik tersebut melonjak dari 2,00 ke 3,95. Lonjakan ini tentu menggambarkan betapa seriusnya perusahaan membangun strategi berbasis Ethereum.
Lebih lanjut lagi, untuk mendanai strategi akumulasi tersebut, SharpLink sudah menyiapkan berbagai jalur pendanaan. Perusahaan menghimpun lebih dari US$2,6 miliar melalui berbagai skema, termasuk PIPE, At-The-Market, dan Registered Direct offerings.
Dengan cara ini, mereka bisa menambah tumpukan ETH tanpa harus mengandalkan pendapatan tradisional semata. Bukan cuma itu, dengan cadangan sebesar ini, SharpLink semakin menegaskan posisinya di antara institusi yang berani menjadikan ETH sebagai aset utama dalam treasuri mereka.
Namun demikian, perjalanan mereka tidak sepenuhnya mulus. Laporan keuangan kuartal II 2025 memperlihatkan bahwa pendapatan hanya sekitar US$0,7 juta, sementara kerugian bersih membengkak hingga US$103 juta.
Penyebab terbesar datang dari penurunan nilai (impairment) atas ETH yang di-stake sebesar US$87,8 juta, ditambah biaya kompensasi berbasis saham yang mencapai US$16,4 juta. Tidak heran, saham SharpLink dengan kode SBET langsung turun sekitar 9% sampai 10% setelah laporan tersebut diumumkan.
Staking Jadi Senjata Utama
Di sisi lain, keputusan untuk men-stake hampir seluruh ETH terlihat jelas sebagai upaya SharpLink untuk tetap mendapatkan aliran pendapatan di tengah volatilitas harga. Dengan imbalan 1.326 ETH yang sudah diraih, perusahaan membuktikan bahwa staking bisa menjadi mesin pendukung likuiditas jangka panjang. Walau begitu, risiko tetap ada, terutama jika harga ETH kembali mengalami tekanan yang dalam.
Lebih jauh lagi, langkah SharpLink memperkenalkan metrik ETH Concentration dianggap cukup menarik. Tidak banyak perusahaan publik yang mengukur treasuri kripto mereka dengan cara seperti ini. Metrik tersebut bisa memberi gambaran langsung bagi investor tentang seberapa padat kepemilikan ETH jika dibandingkan dengan saham yang beredar.
Dalam konteks pasar, angka yang melonjak hampir dua kali lipat jelas menimbulkan rasa penasaran: apakah strategi ini bisa memberi nilai tambah bagi pemegang saham, atau justru membebani jika harga ETH tidak sesuai harapan?
Kalau dipikir-pikir, strategi SharpLink memang terkesan berani. Mereka bukan hanya mengoleksi ETH, tapi juga langsung “mengunci” aset itu agar bisa menghasilkan return tambahan

