- Robinhood menyiapkan tiga fase untuk membuat saham tokenisasi dapat ditarik ke dompet pribadi dan digunakan bebas dalam aplikasi DeFi.
- Rencana ini berpotensi menghubungkan pasar saham tradisional dengan ekosistem blockchain melalui aset saham yang sepenuhnya dapat diprogram.
Robinhood telah mengungkap rencana bertahap untuk membawa saham yang ditokenisasi menuju akses permissionless penuh. Rencana ini bukan sekadar tambahan fitur biasa, melainkan langkah yang dapat mengubah cara investor memperlakukan aset saham di ranah blockchain.
Dari awal, perusahaan sudah menegaskan ambisinya: membuat saham bisa ditarik ke dompet pribadi dan dipakai di berbagai aplikasi DeFi, mulai dari pinjaman hingga aktivitas on-chain lain yang dulu hanya identik dengan aset kripto.
🚨 Big news: Robinhood is rolling out a 3‑phase tokenization plan to disrupt TradFi.
1️⃣Tokenized stocks in Europe
2️⃣24/7 trading infrastructure with Bitstamp
3️⃣Fully permissionless stock tokens for external wallets & DeFi.A huge W for RWAs. 🔥 pic.twitter.com/nCk1c99HVz
— Real World Asset Watchlist (@RWAwatchlist_) November 19, 2025
Arah Baru yang Mulai Terlihat di Balik Tahap Awal Tokenisasi
Fase pertama dari program ini sudah berjalan, meski masih terbatas pada wilayah Eropa. Pengguna dapat membeli saham yang ditokenisasi untuk lebih dari 800 aset, tetapi token tersebut belum dapat ditarik ke luar platform.
Situasinya mirip seperti “kandang sementara,” walaupun banyak yang penasaran kapan pintunya benar-benar akan dibuka.
Di sisi lain, Juli lalu, CNF melaporkan bahwa Robinhood bahkan meluncurkan saham tokenisasi untuk Nvidia dan OpenAI. Namun, peluncuran itu sempat memicu kegaduhan kecil.
OpenAI menolak keterlibatan apa pun, menegaskan bahwa token tersebut bukan saham resmi mereka dan tidak mendapat persetujuan dari lembaga tersebut.
Masuk ke fase kedua, Robinhood mulai membangun fondasi agar aset tokenisasi bisa diperdagangkan tanpa terikat jam pasar tradisional. Ide perdagangan 24/7 untuk aset yang biasanya terikat jam bursa jelas terdengar menggoda. Hanya saja, Robinhood masih menutup rapat tanggal pasti kapan fase ini akan dibuka.
Lebih lanjut lagi, perusahaan juga mulai mengaitkan perannya dengan produk-produk baru yang pernah mereka luncurkan sebelumnya. Maret lalu, kami menyoroti perilisan pasar prediksi Robinhood dalam kolaborasi dengan Kalshi yang menandai upaya mereka memperluas cakupan layanan keuangan.
Waktu peluncurannya sengaja dibarengi dengan euforia “March Madness,” berharap menarik lebih banyak pengguna saat aktivitas taruhan sedang memuncak. Langkah itu menunjukkan pola yang cukup jelas: Robinhood mencoba mendekatkan diri ke lanskap aset digital dari berbagai pintu.
Tantangan Baru yang Harus Dihadapi Robinhood di Tahap Akhir Proyek Ini
Fase terakhir adalah bagian yang membuat banyak penggemar DeFi mulai mengintip perkembangan ini dari jauh. Di fase tersebut, saham yang ditokenisasi akan dapat ditarik ke dompet pribadi.
Setelah itu, pengguna bisa memakainya sebagai jaminan di protokol pinjaman atau mengirimkannya ke berbagai aplikasi on-chain lain. Bukan cuma itu, penggunaan aset seperti ini berpotensi mengaburkan batas lama antara saham dan kripto, terutama bagi mereka yang lebih suka memindahkan aset seperti sedang bermain puzzle.
Namun demikian, Robinhood juga mengakui bahwa ada tantangan teknis besar. Dunia keuangan tradisional banyak menggunakan bahasa pemrograman seperti C++ atau Rust, sementara blockchain identik dengan Solidity.
Untuk menjembatani itu, pendekatan seperti Arbitrum Stylus disiapkan agar smart contract bisa berjalan dengan bahasa yang lebih umum digunakan di industri keuangan.
Regulasi menjadi tembok lain yang harus dihadapi. Masuk akal jika otoritas keuangan mempertanyakan bagaimana pengawasan bisa berjalan ketika saham dapat bergerak bebas di luar struktur broker.
Banyak detail yang masih harus dibahas, dan Robinhood sendiri tampak sadar bahwa proyek ini tidak bisa dikejar dengan terburu-buru. Tidak ada tanggal pasti, tidak ada janji cepat, hanya penjelasan bahwa mereka sedang “membangun ke arah sana,” satu-satunya bagian yang terdengar cukup diplomatis.

