- Burn rate Shiba Inu telah melonjak sebesar 62.000% dalam 24 jam terakhir, membuat para analis optimis akan adanya reli harga SHIB ke depannya.
- Selain itu, para analis mengatakan bahwa faktor ekonomi makro, seperti potensi penurunan suku bunga Federal Reserve, dapat meningkatkan SHIB dan mata uang kripto lainnya.
Setelah puncaknya pada tahun 2024, kapitalisasi pasar Shiba Inu telah jatuh secara signifikan sebesar US$12 miliar, dari $20 miliar menjadi US$7,55 miliar saat ini. Penurunan besar-besaran ini terjadi karena Bitcoin dan semua altcoin lainnya telah mengalami revisi harga yang besar selama beberapa bulan terakhir.
Selain itu, kekhawatiran seputar resesi AS telah memicu tekanan jual lebih lanjut pada Shiba Inu, di tengah aksi jual besar-besaran di sektor koin meme yang lebih luas. Namun, analis pasar kripto percaya bahwa koreksi harga Shiba Inu baru-baru ini mungkin sudah mendekati akhir.
Pemulihan Harga Shiba Inu Segera Terjadi?
Beberapa analis pasar percaya bahwa penurunan harga Shiba Inu mungkin akan segera berakhir. Sesuai data terbaru dari ShibBurn, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam pembakaran koin SHIB, dengan tingkat pembakaran melonjak sebesar 62.000% dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan ini terutama disebabkan oleh satu pengguna yang mentransfer 460 juta koin SHIB ke dompet yang sudah mati. Sejak peluncuran token, lebih dari 410 triliun koin SHIB telah dibakar, mengurangi pasokan yang beredar menjadi sekitar 584 triliun.
Alasan lain di balik pemulihan harga Shiba Inu bisa jadi karena ia dapat mengambil manfaat dari tren ekonomi makro yang lebih luas.
Secara historis, pasar saham dan kripto telah terkoreksi selama periode ketidakpastian makro. Namun, koreksi ini sering kali diikuti oleh kenaikan tajam. Contohnya, pasar anjlok ketika COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi, tetapi segera mengalami pemulihan yang kuat setelahnya.
Keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan datang dapat bertindak sebagai katalis untuk SHIB dan mata uang kripto lainnya. Dengan meningkatnya kekhawatiran resesi, The Fed mungkin memberi sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Secara historis, mata uang kripto, termasuk Bitcoin dan Shiba Inu, telah berkinerja baik selama periode pelonggaran moneter.
Ekosistem Shiba Inu terus berkembang melalui inisiatif yang ditargetkan yang dirancang untuk meningkatkan kegunaannya. Pada tanggal 21 Februari, Shytoshi Kusama mengumumkan peningkatan yang signifikan pada ShibaSwap, bursa terdesentralisasi (DEX) proyek ini, menandai langkah maju dalam pengembangannya, seperti yang telah disorot dalam laporan kami sebelumnya.
Lucie, pimpinan pemasaran untuk tim Shiba Inu, baru-baru ini mengungkap detail penting tentang SHIB OS yang baru saja diluncurkan. Menggambarkan itu sebagai inovasi dasar, Lucie menekankan peran pentingnya dalam mengamankan masa depan tata kelola terdesentralisasi dalam ekosistem Shiba Inu, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Apa yang Ditunjukkan oleh Grafik Teknis SHIB?
Terlepas dari ketidakpastian yang besar, tim Shiba Inu tetap yakin akan pertumbuhan koin di masa depan, seperti yang disebutkan dalam laporan kami sebelumnya. Indikator teknikal menunjukkan bahwa Shiba Inu dapat menuju penembusan bullish yang kuat tahun ini karena SHIB telah membentuk pola falling wedge.
Di tengah pola ini, dua garis tren turun dan konvergen telah bertemu di sekitar US$0,00001260, sementara bertepatan dengan ayunan terendah pada bulan Juli, Agustus, dan September tahun lalu.

Relative Strength Index (RSI) untuk SHIB telah menembus di atas garis tren menurun yang telah membatasi ayunan tertinggi sejak Desember. Demikian pula, Percentage Price Oscillator (PPO) telah mengkonfirmasi sebuah persilangan bullish, yang menandakan potensi momentum kenaikan.
Dengan indikator-indikator teknikal ini, harga Shiba Inu siap untuk melakukan penembusan yang kuat. Target psikologis kunci berikutnya yang perlu diperhatikan adalah US$0,000020, yang mewakili potensi kenaikan 60% dari level saat ini.

