- Metaplanet mencetak rekor pendapatan kuartalan berkat strategi akumulasi Bitcoin yang semakin agresif.
- Perusahaan ini kini memiliki lebih banyak Bitcoin dibandingkan El Salvador dan ekspansi ke Amerika pun dimulai.
Siapa sangka strategi Metaplanet Inc. untuk menggandeng Bitcoin justru jadi pendorong utama pendapatan mereka di awal 2025. Perusahaan publik asal Jepang ini baru saja mencetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarahnya: sekitar US$6 juta hanya dalam kuartal pertama.
Dan yang menarik—88% dari angka itu ternyata berasal dari investasi di Bitcoin. Ya, bukan dari lini bisnis tradisional, melainkan dari aksi akumulasi BTC yang makin lama makin serius.
Coba bayangkan kalau dulu Bitcoin hanya jadi percakapan di forum-forum kecil, sekarang justru jadi pilar keuangan sebuah perusahaan yang terdaftar di bursa. Metaplanet nggak main-main. Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, pada 12 Mei 2025, mereka kembali membeli 1.241 Bitcoin, senilai kurang lebih US$119 juta. Pembelian ini membawa total kepemilikan mereka menjadi 6.796 BTC.
Jumlah tersebut bahkan berhasil melampaui kepemilikan Bitcoin negara El Salvador. Dan bukan cuma itu—pembelian ini jadi sinyal kalau mereka belum akan menginjak rem dalam waktu dekat.
Rencana Besar Metaplanet, Panggung yang Lebih Luas
Di sisi lain, Metaplanet juga mulai mengincar panggung yang lebih luas. Pada awal Mei, mereka mengumumkan rencana pembentukan anak perusahaan di Florida, Amerika Serikat. Mereka ingin menggalang dana hingga US$250 juta untuk memperkuat strategi akumulasi Bitcoin mereka.
Florida sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Dianggap sebagai salah satu kawasan paling ramah terhadap inovasi Bitcoin, negara bagian ini punya magnet tersendiri untuk investor, pengembang, dan perusahaan kripto.
Lebih lanjut lagi, Metaplanet juga menerbitkan obligasi tanpa bunga senilai ¥3,6 miliar (sekitar US$24,8 juta) yang akan jatuh tempo pada akhir Oktober 2025. Seluruh hasil penjualan obligasi ini—yang sepenuhnya diborong oleh EVO FUND—dialokasikan khusus untuk pembelian Bitcoin tambahan.
Ini bukan aksi coba-coba, melainkan bagian dari skema yang lebih besar. Bahkan penebusan obligasi nanti akan menggunakan dana yang berasal dari hak akuisisi saham di masa depan. Artinya, Metaplanet tahu betul arah permainan mereka.
Kalau melihat langkah-langkahnya, Metaplanet seolah menulis ulang buku panduan investasi perusahaan. Sambil menambah Bitcoin ke dalam neraca, mereka juga memperluas jaringan dan mendekati pasar institusional.
Saat banyak perusahaan lain masih ragu atau sekadar mencoba-coba, Metaplanet malah gas pol. Mereka kini berada di posisi ke-11 global dalam daftar perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, dan jadi nomor satu di Asia.
Namun demikian, ini bukan sekadar cerita tentang angka besar dan aset digital. Ini juga tentang bagaimana sebuah perusahaan bisa bertransformasi total lewat keputusan yang, bagi sebagian orang, dianggap terlalu berani.
Tapi kalau melihat hasilnya—rekor pendapatan, lonjakan kepemilikan BTC, dan ekspansi ke pasar Amerika—mungkin memang inilah era baru bagi Metaplanet. Mereka tidak sekadar ikut tren. Mereka justru ingin jadi pemimpin gelombangnya.

