- PayPal dukung Hyperliquid dengan integrasi jaringan 400 juta akun PayPal dan Venmo.
- Paxos ajukan proposal USDH dengan insentif US$20 juta serta fokus kepatuhan global.
PayPal kembali jadi sorotan setelah menyatakan dukungan penuh untuk Hyperliquid. Perusahaan pembayaran global ini terang-terangan menyebut “We’re all in” dan siap memperluas komunitas Hyperliquid melalui lebih dari 400 juta akun PayPal dan Venmo.
Pernyataan tersebut bukan sekadar jargon, melainkan langkah yang memperlihatkan arah serius dalam menggabungkan jaringan pembayaran tradisional dengan inovasi blockchain.
We're all in. Let's expand the Hyperliquid community together across our broad network of 400M+ PayPal and @Venmo accounts! https://t.co/XBziwq8kTy
— PayPal (@PayPal) September 11, 2025
Lebih lanjut lagi, rencana ini berkaitan erat dengan proposal Paxos yang ingin menjadi penerbit stablecoin USDH di dalam ekosistem Hyperliquid. Proposal versi terbaru menghadirkan integrasi USDH ke berbagai layanan PayPal seperti Checkout, Venmo, Xoom, Hyperwallet, hingga Braintree.
Bukan cuma itu, token HYPE juga diajukan agar bisa diperdagangkan langsung di PayPal dan Venmo. Jika benar terwujud, jutaan pengguna bakal memiliki pintu masuk yang lebih praktis untuk bertransaksi dengan stablecoin.
Strategi Paxos dan Insentif Ekosistem
Paxos tak hanya menawarkan integrasi teknis, tetapi juga menyodorkan paket insentif yang terbilang besar. Bersama PayPal, mereka menyiapkan dana sekitar US$20 juta untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem HYPE.
Selain itu, seluruh pendapatan dari USDH akan diputar kembali ke dalam Hyperliquid hingga total nilai terkunci (TVL) mencapai US$1 miliar. Setelah ambang tersebut dilewati, Paxos tetap membatasi bagiannya hanya 5 persen, meski TVL bisa terus naik.
Di sisi lain, aspek kepatuhan juga ditekankan. Paxos menyebut stablecoin ini akan sesuai dengan aturan penting seperti GENIUS Act di Amerika Serikat maupun MiCA di Uni Eropa. Klaimnya bahkan cukup berani, bahwa mereka merupakan satu-satunya pihak yang bisa meluncurkan stablecoin secara legal di wilayah global, termasuk Eropa.
Namun demikian, Paxos bukanlah satu-satunya kandidat. Beberapa pemain besar lain ikut bersaing, mulai dari Frax Finance, konsorsium Agora–Rain–LayerZero, Ethena Labs, hingga Sky. Proses voting dijadwalkan berlangsung pertengahan September 2025, di mana validator Hyperliquid akan menjadi penentu utama siapa yang layak menjadi penerbit USDH.
PayPal, Stablecoin, dan Persaingan Global
Menariknya, langkah ini beriringan dengan strategi PayPal yang lebih luas. CNF sebelumnya melaporkan bahwa CEO PayPal menilai adopsi stablecoin di Amerika Serikat masih lambat karena konsumen belum merasakan kebutuhan praktisnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PayPal mencoba mendorong adopsi lewat insentif, mengintegrasikan Solana, dan menggandeng mitra besar seperti Coinbase serta Fiserv.
Akhir Februari lalu, perusahaan juga memperluas distribusi stablecoin PYUSD ke lebih banyak pedagang dan menyelipkannya ke dalam solusi pembayaran global. Tujuannya jelas, PayPal tidak ingin tertinggal di pasar stablecoin yang makin sesak.
Dengan Tether dan Circle sudah mapan sebagai pemain utama, PayPal mencoba membuka ruang baru melalui kolaborasi Hyperliquid dan proposal USDH.
Pertanyaannya, apakah integrasi ini akan benar-benar mengubah peta persaingan stablecoin atau justru hanya menambah satu nama lagi di daftar panjang penerbit? Optimisme tentu ada, apalagi dengan basis ratusan juta pengguna aktif PayPal dan Venmo.
Tetapi, keberhasilan masih sangat tergantung pada bagaimana regulator menanggapi, serta apakah konsumen mau beralih dari metode pembayaran tradisional ke stablecoin.

