- Pasar DeFi mengalami pertumbuhan karena investor lebih memilih keamanan daripada imbal hasil yang tinggi, dengan 75% dana dalam pool menawarkan 0-5% APY.
- Staking mendominasi DeFi, yang terdiri dari 80% dari TVL, sementara sektor peminjaman menikmati kebangkitan yang didorong oleh para pedagang yang mencari pengembalian yang lebih tinggi.
Pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi) mengalami kebangkitan kepercayaan dan likuiditas seiring dengan transisi dari ketidakpastian menuju kedewasaan dan pertumbuhan. Menurut wawasan dari perusahaan analitik DeFi terkemuka, Exponential, 75% dari total value locked (TVL) DeFi saat ini berada di pool yang menawarkan persentase imbal hasil tahunan konservatif (APY) mulai dari 0-5%.
Pendekatan yang berhati-hati ini, terutama terlihat jelas dalam staking pool Ethereum, mencerminkan penekanan baru pada prediktabilitas dan keamanan di antara para investor.

Terlepas dari kemunduran baru-baru ini, pasar DeFi menyaksikan peningkatan kepercayaan dan likuiditas. Setelah naik secara bertahap dari US$26,5 milyar pada kuartal ketiga tahun 2023 menjadi US$59,7 milyar pada kuartal pertama tahun 2024, TVL dalam protokol DeFi yang menghasilkan imbal hasil telah tumbuh secara signifikan.
Tren peningkatan ini menunjukkan kebangkitan minat dan investasi di ruang DeFi, yang menunjukkan rasa optimisme di antara para peserta.

Staking Muncul sebagai Landasan Pertumbuhan
Salah satu pendorong utama lintasan pertumbuhan DeFi adalah proses staking, yang memungkinkan pengguna untuk melindungi jaringan dan memvalidasi transaksi blockchain.
Tren ini dipicu oleh peralihan Ethereum ke paradigma Proof-of-Stake, karena jumlah ether yang di-stake meningkat lebih dari dua kali lipat sejak The Merge diimplementasikan. Pentingnya staking dalam lingkungan DeFi yang lebih besar ditunjukkan oleh fakta bahwa saat ini staking mewakili hampir 80% dari TVL.

Tren penting di tahun 2024 adalah munculnya restaking, yang difasilitasi oleh platform seperti EigenLayer. Melalui restaking, pengguna dapat menggunakan Ether yang mereka staking untuk mengamankan lebih banyak jaringan, yang berpotensi meningkatkan keuntungan dan risiko.
Peningkatan eksplosif EigenLayer, yang dibuktikan dengan TVL-nya yang melebihi US$12 milyar, menunjukkan seberapa besar minat terhadap opsi staking alternatif dan betapa bersemangatnya investor untuk memaksimalkan keuntungan di pasar DeFi.
Sektor pinjaman DeFi mengalami kebangkitan yang didorong oleh sikap berani mengambil risiko secara kolektif dan keinginan untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Platform seperti Aave dan Compound menyaksikan suku bunga pinjaman stablecoin mencapai dua digit, pergeseran yang signifikan dari suku bunga rendah yang terlihat selama pasar bearish.
Tren kenaikan ini didorong oleh para pedagang yang memanfaatkan stablecoin terhadap aset mereka untuk mengeksplorasi peluang DeFi baru sambil memaksimalkan keuntungan.
Tantangan dan Peluang dalam Pembuatan Pasar
Bursa terdesentralisasi (DEX) menghadapi pertumbuhan yang moderat, terutama karena kekhawatiran seputar kerugian yang tidak kekal dan penggambarannya di media. Akan tetapi, kemajuan dalam efisiensi modal, terutama melalui model likuiditas terkonsentrasi, menawarkan jalan potensial untuk hasil yang lebih tinggi dengan persyaratan modal yang lebih rendah.
Selain itu, munculnya pool “stabil”, yang ditandai dengan volatilitas yang lebih rendah karena memasangkan aset yang dipatok, menunjukkan adaptasi dan evolusi yang sedang berlangsung di pasar DeFi.
Sektor bridging telah menyaksikan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh munculnya rollup Layer-2 dan kemajuan dalam model bridging tanpa kepercayaan. Protokol bridging pihak ketiga seperti Across dan Synapse memanfaatkan perkembangan ini, menawarkan solusi bridging yang lebih aman dan menguntungkan
Evolusi menuju model tanpa kepercayaan menandai pematangan di sektor bridging, menjanjikan ekosistem DeFi yang lebih terintegrasi dan efisien.
Analisis komponen imbal hasil mengungkapkan pergeseran dari model berbasis imbalan ke imbal hasil yang didorong oleh aktivitas. Transisi ini menandakan pasar DeFi yang semakin matang dan semakin ditopang oleh aktivitas on-chain yang nyata.
Ekosistem DeFi menjadi semakin kompleks, sebagaimana dibuktikan dengan penekanan pada imbal hasil yang digerakkan oleh aktivitas, meskipun insentif masih dapat digunakan untuk menarik pengguna dan investasi baru.


