- Nasdaq ajukan proposal ke SEC untuk memungkinkan perdagangan sekuritas berbasis blockchain dengan hak sama seperti sekuritas tradisional.
- Sistem DTC dipersiapkan agar settlement tokenized bisa berjalan lancar, dengan target peluncuran pada kuartal ketiga 2026.
Nasdaq melangkah lebih jauh dengan mengajukan proposal resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk membuka pintu perdagangan sekuritas berbasis blockchain.
Dokumen dengan kode SR-NASDAQ-2025-072 ini memuat rencana agar saham ekuitas maupun produk bursa lainnya bisa diperdagangkan tidak hanya dalam bentuk digital tradisional, tetapi juga dalam bentuk tokenisasi. Dengan begitu, investor akan memiliki opsi baru yang sebelumnya hanya ramai diperbincangkan di level konsep.
Nasdaq Pastikan Hak Investor Tidak Berbeda di Versi Token
Dalam rancangan yang diajukan, Nasdaq menegaskan bahwa tokenized securities harus memiliki kesetaraan penuh dengan sekuritas tradisional. Baik nomor identifikasi CUSIP, hak suara, hingga klaim atas dividen dan likuidasi tetap identik.
Jadi, kepemilikan dalam bentuk token tidak boleh membuat investor kehilangan hak apa pun dibandingkan pemegang versi tradisional. Ini bukan hal kecil, karena selama ini ada kekhawatiran bahwa tokenisasi justru bisa menimbulkan ambiguitas soal hak-hak dasar.
Mekanismenya juga menarik. Saat broker atau investor mengajukan order, sistem akan menandai apakah mereka ingin settlement dalam bentuk token atau tidak.
Proses perdagangan tetap berlangsung di jalur Nasdaq seperti biasa, lalu setelah transaksi tereksekusi, instruksi khusus akan diteruskan ke Depository Trust Company (DTC).
Lembaga ini sekarang tengah membangun infrastruktur agar bisa mengakomodasi penyelesaian transaksi berbasis blockchain. Tanpa kesiapan DTC, rencana ini jelas tidak bisa jalan, jadi tahap ini krusial.
Namun demikian, Nasdaq memastikan sebagian besar aturan lama tetap berlaku. Prioritas eksekusi, tipe order, biaya transaksi, hingga mekanisme pengawasan pasar tidak akan berubah.
Hal ini dianggap penting supaya transisi ke sistem baru tidak mengacaukan ritme perdagangan yang sudah berjalan puluhan tahun. Bukan cuma itu, investor juga bisa merasa lebih tenang karena tidak ada risiko perbedaan perlakuan hanya gara-gara memilih bentuk tokenisasi.
Target 2026, Tokenisasi Masih Tunggu Restu Regulator
Jika semua persiapan berjalan mulus, Nasdaq menargetkan perdagangan sekuritas tokenized bisa dimulai pada kuartal ketiga 2026. Tenggat ini tentu masih bergantung pada lampu hijau dari SEC dan kesiapan penuh infrastruktur DTC.
Sementara itu, SEC sudah membuka ruang komentar publik, langkah yang biasanya jadi ajang uji reaksi sebelum izin resmi turun.
Potensi manfaat dari tokenisasi cukup luas. Proses settlement yang biasanya memakan waktu lebih lama bisa dipangkas, hambatan infrastruktur lama bisa dikurangi, dan fleksibilitas bagi pasar menjadi lebih besar.
Di sisi lain, tantangan regulasi masih ada. Otoritas jelas ingin memastikan bahwa tokenized securities tetap patuh pada aturan pajak, ketentuan sekuritas, serta standar anti pencucian uang. Belum lagi soal keamanan kontrak pintar maupun dompet digital yang juga jadi sorotan, mengingat risiko peretasan di dunia blockchain bukan hal baru.
Lebih lanjut lagi, ada juga pertanyaan dari pelaku pasar: apakah investor ritel akan cepat menerima format ini atau justru masih ragu karena kedengarannya rumit? Sebagian analis menilai bahwa adopsi awal kemungkinan besar akan banyak datang dari institusi, baru kemudian menyebar ke ritel.
Meski begitu, pengalaman dari inovasi finansial sebelumnya menunjukkan bahwa adaptasi bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan jika manfaatnya langsung terasa.

