- Nano Labs meningkatkan kepemilikan BNB sebagai bagian dari strategi cadangan digital jangka panjang.
- Mereka berencana investasi lebih luas di proyek dan entitas strategis berbasis BNB.
Nano Labs sepertinya sedang benar-benar jatuh cinta pada BNB. Perusahaan yang dulu dikenal lebih banyak bermain di ranah teknologi blockchain itu kini menumpuk BNB hingga menyentuh angka 120.000 koin, yang kalau dihitung pakai harga sekarang, nilainya sekitar US$90 juta.
Menariknya, harga rata-rata akumulasi mereka ada di kisaran US$707 per koin—dan harga BNB saat artikel ini ditulis sudah nangkring di US$764,61. Kalau dihitung cepat, posisi mereka masih menguntungkan, setidaknya di atas kertas.
Nano Labs Sudah Siapkan Rencana Akuisisi BNB Sejak Lama
Melirik ke belakang, Nano Labs memang sebelumnya sudah kedapatan punya rencana jangka panjang soal ini. Juni lalu, CNF sempat mengungkap bahwa mereka berencana mengakumulasi BNB dalam jumlah besar lewat skema surat utang konversi senilai US$500 juta. Target utamanya? Menguasai hingga 10% dari total pasokan BNB yang beredar. Agak ambisius memang, tapi juga bikin penasaran, apa yang sebenarnya mereka incar?
Lebih lanjut lagi, pembelian terbaru Nano Labs dilakukan lewat jalur over-the-counter. Bukan cuma satu atau dua lot, tapi tambahan 45.684,99 BNB langsung masuk ke dompet mereka. Harga rata-ratanya sekitar US$764, yang bikin rata-rata keseluruhan pembelian tetap bertahan di angka US$707.
Ini menunjukkan bahwa mereka sudah memulai akumulasi cukup awal. Dan melihat tren naik BNB belakangan ini, keputusan mereka bisa dibilang cukup berani—dan sejauh ini, cukup tepat.
Posisi Strategis BNB Sedang Dibentuk Perlahan
Kalau kita lihat dari luar, langkah Nano Labs ini bisa saja dianggap sebagai strategi akumulasi biasa. Tapi kalau digali sedikit lebih dalam, ada sinyal bahwa mereka sedang membangun posisi yang jauh lebih besar dari sekadar menyimpan koin.
Dalam pernyataan yang dirilis publik, mereka menyebut rencana untuk terus menambah cadangan BNB, serta mulai masuk ke perusahaan-perusahaan yang mengandalkan BNB sebagai aset inti. Bahkan, kemungkinan akuisisi saham di entitas strategis juga dibuka lebar. Jadi ini bukan cuma soal investasi, tapi juga positioning.
Di sisi lain, ada satu kejadian pada Maret lalu yang sempat bikin heboh. Waktu itu, perwakilan keluarga Trump dikabarkan tengah menjajaki pembelian sebagian kepemilikan di Binance.US, yang notabene sangat lekat dengan BNB.
Negosiasinya dilakukan lewat proyek bernama World Liberty Financial—dan kabar ini langsung bikin harga BNB melonjak sekitar 5%. Walaupun belum jelas kelanjutannya, kabar itu cukup jadi pemicu euforia jangka pendek.
Sekarang, dengan harga BNB yang sudah naik 12,38% dalam 7 hari terakhir dan kapitalisasi pasar mencapai US$106,50 miliar, kondisi makro sedang mendukung. Pasar terlihat mulai mengalihkan pandangan ke aset kripto utama di luar BTC dan ETH. BNB, dengan semua ekosistem dan utilitasnya, tentu jadi target wajar bagi investor yang ingin masuk lebih dalam.
Namun demikian, langkah Nano Labs juga membawa risiko yang nggak kecil. Terlalu terpapar pada satu jenis aset, apalagi kripto yang volatilitasnya kadang seperti mood manusia pas bangun tidur, bisa jadi pedang bermata dua. Tapi entah karena percaya diri atau memang sudah siap menghadapi segala kemungkinan, mereka tetap melaju dengan strategi yang bisa dibilang cukup agresif.

