- Metaplanet resmi menambah 136 BTC sehingga total cadangan kini mencapai 20.136 Bitcoin.
- Perusahaan asal Jepang itu sudah capai 67% dari target kepemilikan 30.000 BTC pada 2025.
Metaplanet kembali bikin kejutan di awal September. Perusahaan asal Jepang itu mengumumkan pembelian tambahan sebanyak 126 Bitcoin dengan nilai sekitar US$15,2 juta. Harga rata-rata yang mereka bayar ada di kisaran US$111.700 per koin.
Dengan transaksi ini, total kepemilikan Metaplanet sudah mencapai 20.136 BTC, senilai kurang lebih US$2,06 miliar hingga US$2,08 miliar. Kalau dihitung, rata-rata harga perolehan mereka kini berada di sekitar US$103.196. Angka itu menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini dalam strategi akumulasi Bitcoin yang cukup agresif dalam beberapa bulan terakhir.
メタプラネット、ビットコインをさらに 136 BTC追加取得、保有量は合計 20,136 BTCに pic.twitter.com/XhMM55baGO
— Metaplanet Inc. (@Metaplanet_JP) September 8, 2025
Target Ambisius Metaplanet di Tengah Pasar yang Bergejolak
CNF sebelumnya melaporkan bahwa pada awal September, Metaplanet menambah 1.009 BTC sehingga total kepemilikannya sempat menembus angka 20.000 BTC. Dari sana, perusahaan langsung menetapkan target yang jauh lebih besar: 30.000 BTC pada akhir 2025, dan 210.000 BTC pada 2027.
Jika tercapai, jumlah itu setara dengan sekitar 1% dari total pasokan Bitcoin global. Target sebesar ini jelas membuat Metaplanet tampil beda dibanding perusahaan publik lain, bahkan dibanding pemain besar seperti Bullish Inc.
Namun demikian, reaksi pasar saham tidak ikut bergembira. Harga saham Metaplanet di Tokyo justru melemah sekitar 2,3% setelah pengumuman, melanjutkan penurunan hampir 20% dalam sepekan terakhir.
Posisi saham mereka pun jatuh ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Investor tradisional tampaknya masih ragu dengan strategi “all in” ke Bitcoin.
Ada yang menilai pendekatan ini penuh risiko, apalagi volatilitas kripto bisa bikin pusing siapa saja. Di sisi lain, Metaplanet seolah tidak goyah dan tetap tancap gas menambah kepemilikan BTC.
Bukan cuma itu, perusahaan ini kini berada di posisi keenam sebagai korporasi publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Sejak akhir Juni 2025, jumlah BTC mereka melonjak dari sekitar 12.000 menjadi lebih dari 20.000 hanya dalam kurun waktu beberapa bulan.
Catatan ini menghasilkan yield tahunan sekitar 487%, dengan tambahan sekitar 30,8% hanya dari periode Juli hingga awal September. Bisa dibilang, laju akumulasi mereka memang bikin banyak pihak terperangah.
Antara Strategi Jangka Panjang dan Tekanan Jangka Pendek
Walau sahamnya tertekan, arah jangka panjang Metaplanet cukup jelas. Saat ini, perusahaan sudah mencapai sekitar dua pertiga dari target 30.000 BTC untuk tahun depan. Dengan pencapaian itu, jalan menuju 100.000 BTC pada 2026 terlihat mulai terbuka, meski tentu saja masih panjang.
Di sisi lain, kabar bahwa Eric Trump hadir sebagai penasihat dalam rapat pemegang saham semakin memperkuat kesan bahwa Metaplanet benar-benar ingin menjadikan Bitcoin sebagai inti dari bisnisnya.
Dalam rapat tersebut, rencana penggalangan modal sekitar 130 miliar yen atau setara US$884 juta pun disetujui, dan sebagian besar diarahkan untuk membeli lebih banyak BTC.
Menariknya, semua aksi ini berlangsung ketika harga Bitcoin sendiri sempat naik mendekati US$111.000, didorong optimisme pasar soal potensi pemangkasan suku bunga The Fed.
Jadi, meskipun saham Metaplanet turun, perusahaan justru menambah kepemilikan di saat yang oleh sebagian orang disebut sebagai “harga diskon.”

