- Metaplanet resmi menambah 1.009 BTC sehingga total kepemilikannya kini mencapai 20.000 BTC.
- Perusahaan menaikkan target kepemilikan menjadi 30.000 BTC pada 2025 dan 210.000 BTC pada 2027.
Metaplanet kembali membuat gebrakan di pasar kripto. Perusahaan asal Jepang itu telah membeli 1.009 BTC senilai kurang lebih US$112 juta atau sekitar 16,48 miliar yen.
Dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin mereka kini sudah mencapai 20.000 BTC. Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai simpanan tersebut berada di kisaran US$2 miliar hingga US$2,14 miliar.
Jumlah ini menempatkan Metaplanet di peringkat keenam sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, bahkan sudah melampaui Riot Platforms.
*Metaplanet Acquires Additional 1,009 $BTC, Total Holdings Reach 20,000 BTC* pic.twitter.com/kwvUkQaFth
— Metaplanet Inc. (@Metaplanet_JP) September 1, 2025
Laju Akselerasi Metaplanet yang Kian Cepat
Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan Metaplanet dalam beberapa bulan terakhir. Pertengahan Agustus lalu, CNF sempat melaporkan bahwa perusahaan tersebut menambah 518 BTC, sehingga total kepemilikannya saat itu menembus lebih dari 18.000 BTC. Artinya, dalam waktu singkat, Metaplanet terus mempercepat akumulasi tanpa ragu meski volatilitas pasar masih cukup terasa.
Di sisi lain, rencana besar sudah dipasang sejak jauh-jauh hari. Target awal perusahaan di 2025 yang semula hanya 10.000 BTC kini dinaikkan menjadi 30.000 BTC. Lebih lanjut lagi, mereka bahkan menargetkan 100.000 BTC pada akhir 2026, lalu 210.000 BTC pada 2027.
Angka terakhir itu setara dengan sekitar 1% dari total pasokan Bitcoin yang ada. Kalau target tersebut tercapai, Metaplanet bisa sejajar dengan perusahaan raksasa seperti Strategy dalam urusan cadangan Bitcoin.
Namun demikian, ekspansi ini tentu tidak bisa dilakukan begitu saja. Untuk menopang ambisi itu, Metaplanet menggelar rapat pemegang saham pada 1 September 2025.
Dalam agenda tersebut, manajemen mengajukan rencana penerbitan hingga 550 juta saham baru secara internasional. Mereka ingin menghimpun dana segar sekitar 130 miliar yen atau setara dengan US$884 juta. Sebagian besar dari dana itu sudah diplot untuk memperbesar portofolio Bitcoin mereka.
Strategi Treasuri yang Tidak Biasa
Kalau dilihat dari kacamata tradisional, strategi Metaplanet mungkin terlihat nekat. Mengubah kas perusahaan menjadi Bitcoin dalam jumlah besar jelas bukan langkah umum bagi korporasi Jepang.
Bukan cuma itu, kebijakan ini dilakukan saat ketidakpastian kebijakan moneter global masih menjadi perdebatan di pasar. Tetapi justru di situlah daya tariknya. Metaplanet memilih menjadikan Bitcoin sebagai inti strategi treasury, bukan sekadar aset pelengkap.
Lebih lanjut lagi, posisi ini memberikan pesan bahwa perusahaan tidak hanya ingin menambah pundi-pundi investasi, melainkan juga memperkuat identitasnya sebagai pionir adopsi Bitcoin di Asia.
Dengan cadangan sebesar itu, Metaplanet perlahan berubah dari perusahaan publik biasa menjadi semacam ikon di dunia kripto.
Pertanyaan yang kemudian muncul: sampai sejauh mana mereka akan terus membeli? Dengan target 210.000 BTC dalam dua tahun ke depan, artinya masih ada perjalanan panjang.
Jika dana dari penerbitan saham baru berhasil dikumpulkan sesuai harapan, maka peluang untuk mendekati target tersebut semakin terbuka.
Namun demikian, tantangan juga tidak kecil. Harga Bitcoin yang fluktuatif bisa membuat nilai portofolio naik-turun drastis dalam hitungan minggu. Selain itu, pasar saham Jepang pun akan terus mengawasi bagaimana langkah agresif ini memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

