- KuCoin menunjuk pegolf Adam Scott sebagai duta global pertama untuk memperluas jangkauan brand di dunia olahraga profesional.
- Kerja sama tiga tahun ini menekankan nilai kepercayaan, integritas, dan presisi antara kripto dan olahraga golf internasional.
KuCoin membuat gebrakan baru dengan menggandeng pegolf asal Australia, Adam Scott, sebagai Global Brand Ambassador alias duta global pertama mereka.
Scott bukan nama sembarangan di dunia golf, ia dikenal sebagai satu-satunya pemain Australia yang pernah memenangkan Green Jacket di Masters 2013. Penunjukan ini sekaligus menandai langkah perdana KuCoin masuk ke ranah olahraga profesional, sebuah keputusan yang jelas diarahkan untuk memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap platform.
KuCoin Masuk Arena Olahraga Lewat Figur Golf
KuCoin telah secara terbuka menegaskan bahwa nilai yang ingin diangkat dalam kerja sama ini adalah kepercayaan, integritas, presisi, serta daya tahan. Nilai-nilai tersebut, menurut perusahaan, tidak hanya penting di arena olahraga, tetapi juga menjadi fondasi utama dunia kripto yang masih sering dipandang penuh risiko.
Dengan membawa sosok Adam Scott yang reputasinya relatif bersih dan dihormati, bursa kripto tersebut berharap bisa menjangkau kalangan audiens baru yang selama ini mungkin masih memandang kripto dengan rasa ragu.
Yang menarik, kontrak kerja sama ini kabarnya bernilai delapan digit dalam dolar AS dengan durasi tiga tahun. Meski angka pastinya dirahasiakan, skala kontrak menunjukkan betapa seriusnya KuCoin dalam memanfaatkan olahraga sebagai medium pemasaran.
Namun demikian, beban ekspektasi tentu juga besar, sebab nilai investasi yang tinggi menuntut hasil yang nyata dalam hal peningkatan brand awareness maupun jumlah pengguna baru.
Bukan cuma itu, pilihan menggandeng seorang pegolf juga berbeda dari pola umum. Selama ini, sponsor kripto lebih sering kita lihat di sepak bola atau balap mobil.
Golf mungkin tidak semeriah cabang olahraga lain, tetapi justru di situ letak daya tariknya. Olahraga ini identik dengan komunitas yang loyal dan berdaya beli tinggi. Pertanyaannya, apakah strategi ini akan efektif membawa KuCoin ke audiens yang lebih mapan dan global?
Strategi Ekspansi di Asia
Di sisi lain, kerja sama dengan Adam Scott hanyalah salah satu bagian dari strategi ekspansi besar KuCoin. Juni lalu, perusahaan ini resmi meluncurkan platform berlisensi penuh di Thailand setelah melakukan akuisisi dan rebranding terhadap bursa lokal ERX.
Dengan langkah itu, KuCoin memperlihatkan niatnya untuk mengedepankan kepatuhan sambil memperkuat kehadiran di pasar Asia Tenggara yang semakin terbuka.
Lebih lanjut lagi, awal September lalu CNF melaporkan bahwa KuCoin bersama Vietnam Blockchain Association (VBA) dan 1Matrix telah sepakat mendukung strategi blockchain Vietnam 2025–2030.
Kesepakatan ini bukan hal kecil, karena melibatkan komitmen pada pengembangan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga kebijakan yang ditujukan untuk membangun ekosistem digital Vietnam yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Tujuan lainnya tentu membuka akses global bagi startup blockchain lokal agar mampu bersaing di panggung internasional.
Kalau ditarik benang merahnya, terlihat jelas bahwa KuCoin tidak hanya sibuk memperluas bisnis, tetapi juga sedang berusaha memperbaiki persepsi publik.
Menggandeng Adam Scott hanyalah satu wajah dari kampanye besar ini, yang bertujuan mempertemukan dunia kripto dengan lapisan masyarakat yang lebih luas.
Namun demikian, tantangan tidak bisa dikesampingkan. Regulasi kripto di berbagai negara masih ketat, dan setiap langkah ekspansi pasti diawasi dengan seksama.
Di tengah situasi itu, KuCoin perlu memastikan bahwa strategi pemasaran lewat sosok olahraga tidak berhenti pada pencitraan, melainkan juga disertai edukasi serta transparansi kepada pengguna baru.

