- KuCoin, VBA, dan 1Matrix sepakat mendukung strategi blockchain Vietnam 2025–2030 lewat teknologi, sumber daya lokal, dan kebijakan.
- Kolaborasi ini menargetkan ekosistem digital Vietnam yang transparan, aman, berkelanjutan, serta membuka akses global bagi startup blockchain lokal.
KuCoin resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Vietnam Blockchain and Digital Assets Association (VBA) dan 1Matrix.
Kerjasama ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur blockchain, memperluas aplikasi aset digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Vietnam. Langkah tersebut tidak bisa dilepaskan dari ambisi pemerintah Vietnam yang sudah merumuskan Strategi Blockchain Nasional 2025–2030.
KuCoin, 1Matrix, dan VBA: Peran yang Saling Melengkapi
Masing-masing pihak dalam kolaborasi ini membawa keahlian unik. KuCoin akan menyalurkan teknologi canggih, mulai dari platform perdagangan aset digital, sistem identitas elektronik, hingga perangkat manajemen risiko yang sudah berstandar internasional.
Sementara itu, 1Matrix ditugaskan mengelola sumber daya lokal melalui Vietnam Blockchain Service Network (VBSN). Dengan platform ini, penerapan blockchain layer-1, tata kelola data, hingga solusi identitas digital bisa lebih cepat dijalankan.
VBA, di sisi lain, berperan penting dalam menyusun regulasi, standardisasi, dan edukasi masyarakat. Kehadiran asosiasi ini memastikan arah kebijakan nasional tetap sinkron dengan semangat “Make in Vietnam” yang tengah digencarkan.
Kolaborasi tiga pihak ini tidak hanya menyangkut teknologi atau regulasi semata. Bukan cuma itu, mereka juga berharap bisa membuka jalan bagi startup lokal untuk menembus pasar internasional.
Dengan begitu, ekosistem digital Vietnam bisa berdiri sejajar dengan negara lain yang lebih dulu mapan di bidang blockchain.
Lebih lanjut lagi, KuCoin menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan kepatuhan. Mereka berjanji untuk menyediakan data order book secara real-time, merilis laporan proof-of-reserves, serta menjalani audit independen.
Bahkan, penerapan standar ketat terkait KYC dan AML menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Pendekatan ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan regulator, tetapi juga membangun kepercayaan komunitas aset digital di Vietnam.
Strategi Ekspansi Regional dari Vietnam hingga Thailand
Wakil Presiden sekaligus Head of Group Commercial KuCoin, Damen Chen, menyebut Vietnam sebagai negara dengan komunitas muda yang kreatif dan bersemangat.
Menurutnya, inilah alasan utama KuCoin mau terlibat jangka panjang dalam membangun fondasi ekosistem blockchain di sana. Pertanyaan retoris pun muncul, apakah Vietnam akan menjadi salah satu pusat inovasi blockchain baru di Asia? Banyak pihak menilai arah kebijakan saat ini mengarah ke sana.
Namun demikian, Vietnam bukan satu-satunya fokus KuCoin. Di sisi lain, pada Juni lalu, CNF melaporkan bahwa KuCoin telah resmi membuka platform berlisensi penuh di Thailand setelah akuisisi dan rebranding bursa lokal ERX.
Langkah ini adalah bagian dari strategi global mereka untuk memperkuat kepatuhan sekaligus berekspansi ke pasar yang lebih terbuka. Jika ditarik benang merahnya, langkah di Thailand dan Vietnam menunjukkan pola yang sama: KuCoin ingin berada di garis depan regulasi sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Keterlibatan VBA juga memberikan nuansa berbeda. Dengan asosiasi ini mengawal kebijakan, arah industri blockchain Vietnam diperkirakan lebih terarah.
Standardisasi dan advokasi kebijakan yang dijalankan VBA diyakini mampu memperkuat legitimasi aset digital di mata publik maupun regulator tradisional. Sementara itu, 1Matrix bisa menjembatani kebutuhan infrastruktur lokal, sehingga adopsi teknologi tidak sekadar wacana.

