- Kraken meluncurkan xStocks di Uni Eropa, membuka akses ke lebih dari 60 saham dan ETF Amerika yang ditokenisasi.
- Investor dapat memperdagangkan saham AS bertokenisasi 24 jam sehari, lima hari seminggu dengan dukungan multi-chain dan self-custody.
Kraken kembali mencuri perhatian dengan langkah terbarunya yang memperluas perdagangan saham Amerika Serikat yang ditokenisasi ke kawasan Uni Eropa, berdasarkan laporan Bloomberg.
Kraken Dorong Investor Eropa Masuk ke Pasar AS
Melalui platform bernama xStocks, pengguna kini bisa membeli dan menjual lebih dari 60 saham dan ETF populer, mulai dari Apple, Tesla, Meta, hingga GameStop.
Berbeda dengan pasar saham tradisional yang punya jam terbatas, xStocks memberi ruang transaksi 24 jam sehari selama lima hari, sesuatu yang jarang ditemui di dunia finansial.
Selain fleksibilitas waktu, layanan ini juga memungkinkan self-custody. Artinya, aset bisa disimpan langsung oleh pengguna tanpa bergantung penuh pada perantara. Lebih lanjut lagi, aset yang dibeli dapat dipindahkan ke platform lain yang kompatibel.
Kraken juga mengadopsi pendekatan multi-chain dengan implementasi awal di Solana, lalu berencana menambah dukungan untuk BNB Chain, Ethereum, hingga jaringan lain. Langkah ini jelas membuka peluang lebih luas bagi investor yang selama ini terbatas pada mekanisme tradisional.
Volume Perdagangan xStocks Melesat
Sejak peluncuran global pada bulan Juni, xStocks mencatat volume perdagangan yang sudah menembus lebih dari US$3,5 miliar. Angka ini memberi gambaran bahwa minat terhadap saham bertokenisasi bukan hanya sekadar tren sesaat.
Bukan cuma itu, biaya konversi mata uang dan ketergantungan pada broker bisa ditekan, sehingga investor merasa lebih leluasa.
Di sisi lain, Robinhood sebenarnya sudah lebih dulu menawarkan layanan serupa untuk pengguna Uni Eropa pada Juni lalu, dengan koleksi lebih dari 200 saham dan ETF tanpa komisi.
Sementara itu, Nasdaq sebagai pemain lama di dunia bursa saham juga tengah mengajukan izin kepada otoritas AS untuk meluncurkan sekuritas bertokenisasi.
Bila disetujui, ini bisa jadi langkah besar dalam menghubungkan keuangan tradisional dengan dunia aset digital. Namun demikian, model Kraken lebih menonjol karena terbuka dan dapat diintegrasikan lintas blockchain, berbeda dengan pendekatan Nasdaq yang cenderung lebih tertutup.
Kraken sendiri tak hanya berhenti pada xStocks. Di akhir Juli, CNF melaporkan bahwa perusahaan ini juga mengintegrasikan jaringan layer-2 Ink. Tujuannya sederhana: membuat pengalaman on-chain lebih cepat sekaligus efisien. Token INK digunakan untuk menjaga likuiditas, memberikan insentif, dan menggerakkan aktivitas DeFi dalam ekosistem Kraken maupun Ink.
Lebih lanjut lagi, Kraken sudah lebih dulu memperkenalkan Kraken Prime pada Juni lalu. Layanan ini dirancang khusus bagi klien institusional, menyatukan perdagangan, kustodian, dan pembiayaan dalam satu paket.
Melalui Kraken Prime, transaksi bisa dilakukan langsung dari akun kustodian, lengkap dengan akses pinjaman dan kredit harian T+1. Ini menjadi strategi Kraken untuk menggaet segmen investor besar yang butuh layanan terpadu, bukan hanya sekadar tempat trading.
Dengan berbagai inovasi ini, Kraken jelas ingin membangun posisi sebagai pemain utama di antara persaingan tokenisasi saham. Perusahaan mencoba menawarkan solusi yang praktis, mudah diakses, sekaligus terhubung dengan infrastruktur blockchain modern.

