- Kraken meraih pendanaan US$800 juta dari investor besar untuk ekspansi global dan penguatan berbagai lini bisnisnya.
- Masuknya Citadel Securities menandai meningkatnya keterlibatan institusi TradFi dalam pengembangan layanan keuangan berbasis aset digital Kraken.
Bursa kripto Kraken telah mendapatkan pendanaan besar yang mendorong valuasinya menyentuh kisaran US$20 miliar.
Informasi mengenai suntikan modal ini bukan sekadar kabar biasa, sebab total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar US$800 juta, termasuk investasi US$200 juta dari Citadel Securities.
Modal Baru Dorong Kraken Ekspansi Layanan dan Wilayah Operasi
Berdasarkan laporan Fortune, pendanaan baru ini didapat dari dua tahap yang melibatkan sejumlah nama besar di dunia keuangan. Selain Citadel, ada pula partisipasi dari Jane Street, HSG Capital, hingga Oppenheimer Alternative Investment Management.
Bahkan co-CEO Kraken ikut berkontribusi melalui family office miliknya, seolah ingin menegaskan bahwa perusahaan ini sedang berada dalam momen yang tidak ingin mereka lewatkan.
Di sisi lain, keputusan Citadel untuk masuk sebagai investor strategis membuat kesan bahwa ekosistem kripto semakin dekat dengan pemain besar tradisional. Rasanya cukup wajar jika komunitas kripto sempat bertanya-tanya: “Apa langkah Kraken selanjutnya?”
Sebagian jawabannya sudah terlihat dari rencana penggunaan dana tersebut. Bursa tersebut berniat memperluas pijakan bisnis ke beberapa wilayah yang kini menjadi pusat pertumbuhan pasar digital, seperti Amerika Latin, Asia Pasifik, dan kawasan EMEA.
Tidak hanya itu, mereka juga memperkuat lini layanan mulai dari perdagangan spot, derivatif, hingga tokenisasi aset. Lebih lanjut lagi, Kraken juga tengah meningkatkan layanan staking, custody, pembayaran, dan clearing. Bukan cuma itu, perusahaan menyiratkan bahwa modal baru ini akan menjadi bahan bakar agar berbagai proyek besar dapat berjalan tanpa perlu menahan ambisi.
Perluasan layanan bukan hal baru bagi Kraken. Pada September lalu, mereka meluncurkan xStocks di Uni Eropa, sebuah fitur yang memungkinkan investor memperdagangkan lebih dari 60 saham dan ETF Amerika yang telah ditokenisasi.
Menariknya, perdagangan berlangsung 24 jam sehari, lima hari seminggu, lengkap dengan dukungan multi-chain dan opsi self-custody.
Banyak pengguna yang menganggap layanan ini sebagai salah satu pintu yang membuat aset tradisional semakin mudah diakses dari ranah kripto. Konsepnya sederhana, tetapi dampaknya terasa cepat karena investor tidak lagi dibatasi jam bursa AS untuk melakukan transaksi.
Pendapatan Melonjak dan Persiapan IPO Kian Terlihat Jelas
Jika ditarik mundur sedikit, Oktober lalu CNF melaporkan bahwa Kraken mencetak rekor pendapatan untuk Q3 2025. Peningkatan itu terjadi berkat ekspansi layanan dan beberapa akuisisi strategis yang mereka lakukan sepanjang tahun.
Kondisi ini membuat banyak analis menilai bahwa perusahaan sedang mengatur langkah menuju proses IPO. Nada optimisme itu bukan sekadar basa-basi, sebab laporan keuangan internal Kraken menunjukkan pendapatan gabungan selama tiga kuartal telah melampaui US$1,5 miliar, disertai EBITDA yang terus tumbuh.
Angka-angka tersebut membuat mereka tampil sebagai salah satu pemain yang cukup siap jika memang hendak masuk ke pasar publik.
Namun demikian, ekspansi besar seperti yang direncanakan Kraken tentu tidak lepas dari tantangan. Kompetisi antar bursa semakin ketat, belum lagi banyak platform lain yang membidik pasar derivatif dan tokenisasi.

