- Kraken membukukan rekor pendapatan Q3 2025 melalui ekspansi layanan dan akuisisi strategis.
- Kinerja kuat memperkuat langkah Kraken menuju proses persiapan IPO yang semakin serius.
Kraken mencetak capaian baru pada kuartal ketiga 2025 setelah melaporkan pendapatan sekitar US$648 juta, tumbuh 114% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut bukan sekadar kenaikan biasa, tetapi menjadi yang tertinggi dalam sejarah perusahaan. Di saat banyak bursa kripto lain masih berupaya menstabilkan volume perdagangan, Kraken justru menunjukkan peningkatan yang cukup jelas dari sisi kegiatan pasar dan pertumbuhan pengguna aktif.
Laporan keuangan yang sama juga menunjukkan Adjusted EBITDA di sekitar US$179 juta, dengan margin keuntungan sekitar 27,6%. Ini menggambarkan bahwa performa Kraken tidak hanya bergantung pada situasi pasar, tetapi juga pada penerapan strategi efisiensi yang terus dirapikan selama setahun terakhir.
Tidak berlebihan jika sebagian pelaku industri menyebut bahwa Kraken kini berada pada lintasan yang tepat menuju ekspansi yang lebih besar.

Dorongan Ekspansi dan Persiapan IPO Kraken
Di sisi lain, volume perdagangan di platform ini mencapai sekitar US$561,9 miliar pada kuartal ketiga. Kenaikan volume tersebut selaras dengan meningkatnya jumlah aset yang dikelola, yang mencapai sekitar US$59,3 miliar.
Sementara itu, jumlah akun dengan saldo aktif kini berada di angka kurang lebih 5,2 juta akun. Data tersebut menunjukkan semakin banyak investor yang tidak hanya membuka akun, tetapi juga terus bertransaksi dan menyimpan asetnya di platform Kraken.
Lebih lanjut lagi, akhir September lalu, CNF melaporkan bahwa Kraken tengah melakukan negosiasi pendanaan sebesar US$200–300 juta dari investor strategis. Pendanaan ini disebut akan difokuskan untuk memperkuat ekspansi global, meningkatkan likuiditas internal, mendukung kegiatan akuisisi, serta mempercepat tahapan persiapan IPO Kraken pada 2026.
Jika kesepakatan ini terealisasi, Kraken akan memiliki ruang gerak finansial yang lebih luas dalam menghadapi kompetisi yang semakin padat di sektor bursa aset digital.
Bukan cuma itu, ekspansi produk menjadi salah satu faktor yang ikut mengangkat performa perusahaan.
Beberapa minggu lalu, Kraken merilis layanan xStocks di Uni Eropa, memberikan akses kepada pengguna untuk memperdagangkan lebih dari 60 saham dan ETF Amerika Serikat yang telah ditokenisasi.
Investor dapat memperdagangkan saham berbasis token tersebut selama 24 jam sehari dan lima hari dalam seminggu, lengkap dengan dukungan multi-chain dan opsi self-custody. Kehadiran xStocks seolah menjembatani dunia finansial tradisional dengan aset digital yang lebih fleksibel untuk digunakan.
Namun demikian, langkah menuju IPO bukan tanpa tantangan. Persaingan antara bursa kripto semakin ketat, terutama setelah beberapa perusahaan lain juga memperkuat layanan derivatif dan memperluas dukungan aset.
Selain itu, isu regulasi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan, khususnya di Amerika Serikat dan beberapa wilayah Eropa, di mana aturan penggunaan dan perlindungan aset digital terus diperbarui.

