- Kraken negosiasi pendanaan US$200–300 juta dari investor strategis untuk memperkuat ekspansi global.
- Dana baru diproyeksikan mendukung likuiditas, akuisisi, serta persiapan IPO Kraken pada 2026.
Kraken tengah berada di tahap akhir pembicaraan dengan seorang investor strategis.
Berdasarkan laporan Bloomberg, bursa kripto tersebut berusaha menghimpun dana segar antara US$200 juta hingga US$300 juta. Jika negosiasi ini benar-benar rampung, valuasi perusahaan bisa melompat menjadi sekitar US$20 miliar.
Namun demikian, semua masih bergantung pada kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, sehingga belum ada kepastian hitam di atas putih.
Lompatan Valuasi dan Rencana Besar Kraken
Sebelumnya, Kraken sempat menghimpun US$500 juta dengan valuasi US$15 miliar. Kini, hanya dalam beberapa bulan, rumor terbaru menunjukkan target valuasi US$20 miliar.
Lonjakan tersebut tentu memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat, mengingat pasar kripto saat ini masih menghadapi tekanan regulasi dan fluktuasi harga.
Meski begitu, langkah berani ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Kraken ingin memperkuat posisi finansial sebelum melangkah ke tahap berikutnya.
Di sisi lain, muncul pula spekulasi bahwa rencana pendanaan ini berkaitan dengan kemungkinan Kraken melantai di bursa saham pada 2026.
Dengan tambahan modal, neraca keuangan mereka bisa terlihat lebih kokoh, sehingga investor institusional pun akan lebih percaya diri. Tidak menutup kemungkinan juga, dana segar itu akan digunakan untuk ekspansi global atau bahkan akuisisi perusahaan lain.
Bukan cuma itu, kabar yang beredar menyebutkan bahwa sebagian dari pendanaan bisa dialokasikan untuk memberikan likuiditas kepada karyawan dan investor lama.
Artinya, bukan hanya pertumbuhan bisnis yang jadi perhatian, tetapi juga menjaga loyalitas internal agar tetap solid menghadapi pasar yang makin kompetitif.
Produk Baru dan Strategi Ekspansi
Di sisi lain, CNF melaporkan bahwa dua pekan lalu Kraken meluncurkan xStocks di Uni Eropa. Inovasi ini memungkinkan pengguna memperdagangkan lebih dari 60 saham dan ETF Amerika yang sudah ditokenisasi.
Dengan dukungan multi-chain serta sistem self-custody, investor kini bisa melakukan transaksi saham AS bertokenisasi 24 jam sehari, lima hari seminggu.
Kehadiran layanan ini tentu memberi warna baru dalam upaya Kraken untuk memperluas ekosistemnya, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tak hanya berfokus pada aset kripto tradisional.
Awal Juni lalu, Kraken juga resmi memperkenalkan Kraken Prime, sebuah layanan terintegrasi yang ditujukan khusus bagi klien institusional. Layanan ini menggabungkan perdagangan, kustodian, serta pembiayaan dalam satu platform.
Fasilitas yang ditawarkan pun cukup menarik, mulai dari transaksi langsung melalui akun kustodian hingga pinjaman dan kredit harian T+1. Dengan langkah ini, Kraken tampaknya ingin menegaskan diri sebagai pemain yang serius menyasar segmen besar institusional, bukan hanya ritel.
Namun demikian, identitas calon investor strategis yang diajak bicara dalam putaran pendanaan baru ini masih dirahasiakan. Bloomberg hanya menekankan bahwa prosesnya sudah berada di tahap akhir, meski belum ada tanda-tanda pengumuman resmi dalam waktu dekat.
Valuasi yang melonjak dari US$15 miliar ke US$20 miliar dalam waktu singkat pun membuat pasar bertanya-tanya, apakah optimisme ini bisa bertahan jika volatilitas kripto kembali memuncak.

