- PayPal mendorong adopsi stablecoin lewat insentif, integrasi Solana, dan kerja sama dengan Coinbase serta Fiserv.
- CEO PayPal menilai adopsi stablecoin di AS masih lambat karena kurangnya kebutuhan praktis di kalangan konsumen saat ini.
PayPal memang bukan nama baru di dunia pembayaran digital. Tapi ketika bicara soal stablecoin, bahkan raksasa sekelas PayPal pun memilih langkah yang hati-hati. CEO mereka, Alex Chriss, baru-baru ini mengungkapkan bahwa meskipun potensi stablecoin sangat besar, adopsinya—khususnya di pasar Amerika Serikat—tidak akan terjadi dalam semalam, menurut laporan Bloomberg.
Menurut Chriss, masyarakat saat ini belum benar-benar merasakan manfaat praktis dari menggunakan stablecoin dalam aktivitas sehari-hari. Tidak ada insentif langsung yang mendorong orang mengganti metode pembayaran lama dengan yang berbasis blockchain. Karena itu, PayPal mulai menawarkan berbagai insentif demi mempercepat penggunaan stablecoin mereka, PYUSD.
Bukan cuma itu, mereka juga sudah mengintegrasikan PYUSD dengan jaringan Solana agar transfer jadi lebih cepat dan murah. Kolaborasi strategis juga dibangun bersama Coinbase, memperkuat posisi PYUSD di berbagai ekosistem kripto.
Namun demikian, Chriss tidak pesimistis. Ia menyebut bahwa peluang paling nyata saat ini ada pada transaksi lintas negara. Kalau kita pernah merasa jengkel kirim uang ke luar negeri dan baru sampai dua hari kemudian, stablecoin menjanjikan solusi instan tanpa biaya selangit. Maka dari itu, menurut Chriss, tahap awal adopsi justru akan fokus ke sana dulu—transfer internasional.
Langkah Nyata PayPal dan Fiserv di Lini Stablecoin
Untuk mewujudkan visi itu, PayPal menggandeng Fiserv dalam kolaborasi yang diumumkan pada 23 Juni lalu. Kedua perusahaan tengah mengembangkan sistem agar stablecoin mereka—PYUSD dan FIUSD—bisa saling terhubung.
Mereka ingin membuat transfer dana, baik lokal maupun internasional, jadi lebih cepat dan fleksibel. Lebih jauh lagi, mereka juga membidik masa depan di mana pembayaran bersifat otomatis, atau istilah kerennya: programmable payments.
Di sisi lain, Mastercard juga tak mau ketinggalan. Hanya berselang sehari setelah pengumuman kerja sama Fiserv–PayPal, Mastercard menyatakan akan mulai menerima stablecoin FIUSD untuk transaksi di lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah pemain besar seperti Paxos, PayPal, Circle, dan tentu saja Fiserv.
Langkah ini bukan sekadar respons terhadap tren, tapi juga dipengaruhi oleh arah regulasi lewat GENIUS Act, yang mulai menunjukkan bentuk konkret sebagai fondasi hukum stablecoin di AS.
PYUSD Lolos dari Tekanan Regulator
Satu hal yang menarik, dan mungkin jadi semacam angin segar bagi PayPal, adalah hasil penyelidikan SEC terhadap stablecoin mereka.
April lalu, SEC resmi menutup penyelidikan terhadap PYUSD tanpa menjatuhkan sanksi apa pun. Ini bisa dibilang cukup langka, apalagi mengingat betapa ketatnya pendekatan SEC terhadap aset digital selama ini. Dengan begitu, PayPal mendapatkan ruang untuk bergerak lebih bebas dalam membangun dan mengembangkan jaringan stablecoin-nya.
Meski jalan menuju adopsi penuh masih panjang, semua langkah ini menunjukkan satu hal: stablecoin bukan cuma eksperimen iseng dari dunia kripto. Kalau pemain besar seperti PayPal, Fiserv, dan Mastercard sudah terlibat dalam pengembangan teknologi dan sistem pembayarannya, artinya ini memang bukan tren sesaat.

