- HSBC Hong Kong meluncurkan tokenised deposit service berbasis blockchain pertama di wilayah Asia.
- Ant International menjadi pengguna pertama dengan transaksi real-time antar entitas perusahaan.
Di tengah derasnya gelombang adopsi teknologi keuangan digital di Asia, bank terbesar di Eropa, HSBC Hong Kong, resmi meluncurkan Tokenised Deposit Service, berdasarkan laporan SCMP. Ini adalah sebuah layanan berbasis blockchain pertama yang dijalankan langsung oleh bank komersial di wilayah tersebut.
Peluncuran ini bukan sekadar simbol dari transformasi digital, tapi lebih sebagai lonceng tanda dimulainya era pembayaran yang jauh lebih cepat dan efisien, tanpa terikat jam operasional atau batasan teknis tradisional.
Layanan ini memungkinkan korporasi untuk melakukan transfer dana real-time, 24 jam sehari, dalam mata uang dolar Hong Kong dan dolar AS.
Tidak tanggung-tanggung, Ant International, anak perusahaan Alibaba Group, menjadi nasabah pertama yang langsung mencoba layanan ini. Mereka sukses melakukan transfer antar entitas grup menggunakan platform digital treasuri milik mereka, Whale.
Yang menarik, token dalam layanan ini bukanlah kripto bebas seperti Bitcoin atau Ethereum. Ia adalah representasi digital dari simpanan uang fiat, yang langsung ditopang oleh dana yang tersimpan di rekening bank.
Coba bayangkan kalau uang perusahaan Anda bisa langsung ditransfer antar cabang atau anak usaha di berbagai negara hanya dalam hitungan detik, tanpa harus menunggu clearing hari kerja. Kurang nyaman apa?
Hong Kong Ngebut Atur Kripto, HSBC Tancap Gas
Peluncuran ini tentu bukan berdiri sendiri. Iklim regulasi di Hong Kong juga ikut memanaskan suasana. seperti yang telah kami laporkan, hanya sehari sebelum peluncuran resmi layanan ini, pada 21 Mei 2025, legislatif Hong Kong telah menyetujui RUU Stablecoin.
RUU ini menetapkan standar perizinan bagi penerbit stablecoin berbasis fiat, termasuk aturan soal manajemen cadangan, prosedur penebusan, dan pengendalian risiko. Di sisi lain, dengan kerangka ini, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) berharap dapat menjaring pelaku stablecoin global masuk ke dalam sistem keuangan yang lebih tertib.
Lebih lanjut lagi, Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong juga tak tinggal diam. Pada 8 April 2025, mereka merilis panduan resmi soal aktivitas staking, baik yang disebut “bull staking” maupun “bear staking.”
Panduan ini ditujukan khusus bagi platform perdagangan aset virtual yang berlisensi, serta dana investasi aset kripto. Tujuannya adalah guna mendorong tata kelola dan transparansi yang lebih rapi.
Dalam beberapa bulan terakhir, bahkan CEO SFC, Julia Leung, menyatakan bahwa Hong Kong sedang “bergerak cepat” dalam menyusun kerangka hukum yang bisa menyaingi pendekatan regulator besar seperti SEC di AS.
Nah, kalau digabungkan dengan kemunculan layanan seperti Tokenised Deposit ini, terlihat jelas bahwa Hong Kong memang sedang menyusun jalur cepat menuju status pusat aset digital global. Di saat banyak yurisdiksi lain masih sibuk tarik-ulur soal regulasi kripto, Hong Kong justru sudah mulai mengintegrasikan infrastruktur legal dan teknologi secara bersamaan.
Bukan cuma itu, HSBC menyatakan rencananya untuk memperluas layanan ini ke Asia dan Eropa pada paruh kedua 2025. Ant International juga tampaknya tak ingin ketinggalan. Mereka menargetkan pemanfaatan lebih lanjut platform Whale di bidang treasuri AI dan pertukaran mata uang yang lebih gesit.

