- Gemini resmi dapat lisensi MiCA dari Malta untuk ekspansi layanan kripto ke seluruh Eropa.
- Langkah cepat Malta beri lisensi MiCA ke Gemini menuai kritik dari regulator Uni Eropa.
Gemini akhirnya mengantongi lisensi MiCA dari otoritas keuangan Malta, MFSA. Langkah ini nggak main-main—karena dengan lisensi ini, Gemini bisa melebarkan sayapnya ke seluruh Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa tanpa harus repot mendaftar satu per satu di tiap negara. Dalam dunia kripto yang regulasinya makin ketat, ini semacam tiket emas untuk masuk lewat jalur resmi.

Langkah Rapi Menuju Pasar Uni Eropa
Apa yang bikin menarik, Gemini nggak cuma dapat MiCA saja. Sejak Mei lalu, mereka juga sudah lebih dulu dapat lisensi MiFID II dari otoritas yang sama. Artinya? Mereka bisa jualan produk derivatif kripto seperti perpetual futures secara legal di seluruh wilayah Eropa. Bisa dibilang ini jadi semacam paket lengkap untuk melayani pengguna dari ritel sampai institusi.
Bukan cuma itu, keputusan Gemini memilih Malta juga bukan keputusan dadakan. Jauh sebelum pengumuman ini, mereka sudah menunjuk Malta sebagai basis operasional MiCA mereka sejak Januari lalu. Mereka ingin perkuat posisi dan reputasi mereka sebagai pemain yang patuh aturan dan serius masuk pasar Eropa.
Masuk akal juga sih, apalagi setelah mereka angkat kaki dari Kanada akhir tahun lalu gara-gara aturan baru yang dinilai terlalu menyulitkan. Penutupan akun di sana dilakukan serentak pada 31 Desember 2024.
Gemini Siapkan Layanan Derivatif di Tengah Sorotan Regulasi
Meski ekspansi ini terlihat mulus di permukaan, bukan berarti semua pihak tersenyum. ESMA, otoritas pasar modal Uni Eropa, sempat melempar kritik ke Malta soal proses lisensi yang terlalu cepat dan kurang mendalam. Memang tidak menyebut nama, tapi semua orang tahu siapa yang jadi sorotan. Yah, kamu tahu sendiri, kalau prosesnya kelewat cepat, pasti ada saja yang waswas soal kualitas pengawasannya.
Namun demikian, Gemini tetap tancap gas. Mereka bahkan sudah bersiap membuka akses layanan derivatif kripto yang selama ini cuma bisa diakses lewat sistem finansial tradisional. Dengan dua lisensi ini, mereka bisa bermain di dua dunia: satu untuk perdagangan aset spot, satu lagi untuk produk turunan.
Di sisi lain, CNF sebelumnya melaporkan bahwa langkah ini juga jadi bagian dari momen besar setelah tekanan hukum di AS sedikit mereda. Pada Juni lalu, Gemini menuduh CFTC sengaja menggunakan hukum sebagai alat tekanan terhadap mereka selama tujuh tahun penuh.
Setelah badai itu lewat dan penyelidikan dari SEC selesai, mereka langsung bergerak ke tahap IPO dan fokus memperkuat basis hukum mereka di Eropa. Jadi, bukan cuma soal ekspansi, tapi juga tentang strategi bertahan dan bangkit.
Lebih lanjut lagi, strategi Gemini ini mungkin bisa jadi preseden buat bursa lain yang ingin masuk ke Eropa tanpa harus repot hadapi birokrasi berlapis.
Tapi tetap saja, pertanyaannya: apakah kecepatan regulasi ini bisa sejalan dengan ketelitian? Itu PR bersama—bukan cuma untuk Malta, tapi juga untuk seluruh ekosistem kripto yang terus tumbuh.

