- Flare Network dan Enosys menghadirkan stablecoin pertama berbasis XRP melalui protokol Liquity V2.
- Pemilik XRP bisa gunakan asetnya sebagai jaminan untuk mencetak stablecoin tanpa harus menjual.
Flare Network kembali mencuri perhatian setelah resmi meluncurkan stablecoin pertama yang didukung XRP melalui protokol Enosys Loans.
Proyek ini berdiri di atas Liquity V2, sebuah sistem peminjaman berbasis Collateralized Debt Position (CDP) yang sudah teruji di dunia DeFi.
Dengan langkah ini, pemilik XRP bisa mendapatkan likuiditas tanpa harus melepas kepemilikannya, sesuatu yang selama ini menjadi keterbatasan bagi komunitas XRP karena blockchain aslinya tidak memiliki fungsi kontrak pintar sekompleks jaringan lain.
Stablecoin yang dihasilkan dicetak dengan menjaminkan FXRP, representasi XRP di Flare, serta wFLR, atau Wrapped FLR. Menurut rencana, dukungan agunan juga akan diperluas ke stXRP dan bahkan FBTC, sehingga pilihan semakin banyak. Menariknya, Enosys memanfaatkan Flare Time Series Oracle (FTSO) untuk memastikan harga collateral tetap transparan dan adil.
Tak berhenti di situ, sebuah stability pool juga dipasang untuk menjaga agar sistem tetap bisa menutupi utang ketika nilai collateral menurun.
Fleksibilitas Pinjaman, Risiko, dan Imbalan
Hal unik dari protokol ini adalah fleksibilitas suku bunga pinjaman. Pengguna dapat memilih borrowing rate sendiri, sebuah opsi yang terdengar menarik, meskipun ada konsekuensi.
Jika stablecoin kehilangan peg terhadap dolar AS, maka posisi dengan bunga rendah bisa lebih dulu terkena redeem atau dilikuidasi. Risiko itu memang nyata, tetapi di sisi lain sistem menawarkan insentif yang cukup menggoda.
Ada reward berupa rFLR bagi peserta stability pool dan liquidity pools, sementara pemilik wFLR yang dipakai sebagai agunan masih tetap memperoleh delegation rewards serta FlareDrops.
Lebih lanjut lagi, keamanan juga menjadi fokus sejak awal. Kode Enosys Loans telah melalui audit Coinspect dan masih menjalani pemeriksaan tambahan. Sebelum masuk ke mainnet, protokol ini diuji di testnet Coston 2.
Namun demikian, risiko klasik dari model CDP tetap tidak bisa diabaikan. Jika harga XRP atau FLR anjlok drastis, likuidasi otomatis bisa terjadi. Keandalan oracle juga sangat penting, karena harga yang salah bisa mengganggu kestabilan seluruh sistem.
Bukan cuma itu, kehadiran stablecoin ini jelas menambah utilitas baru untuk XRP. Selama ini, XRP sering dianggap terbatas hanya sebagai aset pembayaran lintas negara.
Dengan adanya integrasi di Flare, XRP kini bisa masuk lebih jauh ke ekosistem DeFi, memberikan akses peminjaman, yield farming, hingga instrumen keuangan yang sebelumnya sulit dicapai.
Flare Perkuat Ekosistem Lewat Core Vault dan FAssets
Peluncuran stablecoin ini tidak berdiri sendiri. CNF sebelumnya melaporkan bahwa Flare sudah lebih dulu merilis Core Vault di FAssets versi 1.1 pada akhir Maret.
Core Vault ini membantu agen mengelola likuiditas dengan efisien, menjaga batas penarikan tetap kuat, dan menambah perlindungan escrow. Operasi brankas harian dengan agunan cerdas serta sistem keamanan berlapis membuat ekosistem Flare terasa semakin matang.
Di sisi lain, pada awal Maret, mainnet FAssets v1 sudah diluncurkan. Fitur ini membuka jalur trust-minimized untuk XRP, DOGE, dan BTC agar bisa digunakan dalam DeFi. Artinya, likuiditas yang sebelumnya terkunci kini bisa dimanfaatkan secara lebih luas.
Dengan terbukanya akses ini, aplikasi seperti pinjam-meminjam, peminjaman berbasis agunan, dan strategi likuiditas lain mulai tersedia. Tujuannya tentu untuk menarik lebih banyak pengembang agar membangun di atas Flare dan mempercepat pertumbuhan ekosistemnya.

