- El Salvador mengesahkan aturan yang izinkan bank investasi simpan Bitcoin dan tawarkan layanan kripto khusus investor profesional.
- Regulasi baru menetapkan syarat modal tinggi dan lisensi khusus untuk beroperasi sebagai bank investasi berbasis Bitcoin.
El Salvador kembali mencatatkan langkah berani di peta keuangan global dengan mengesahkan Investment Banking Law pada Agustus 2025.
Aturan ini memberi lampu hijau bagi bank investasi berlisensi untuk memegang Bitcoin dan aset digital lain di neraca mereka, sekaligus membuka akses bagi layanan kripto khusus untuk investor profesional. Dengan kata lain, negara tersebut kini secara resmi mengizinkan “bank Bitcoin” beroperasi dalam kerangka hukum yang jelas, meski syarat masuknya terbilang berat.
Bukan cuma itu, regulasi ini juga membedakan secara tegas antara bank investasi dan bank komersial tradisional. Lembaga yang ingin masuk ke kategori ini wajib memiliki modal terdaftar minimal US$50 juta, dua pemegang saham, serta dana likuid sekurang-kurangnya US$250 ribu.
Mereka pun harus mengantongi lisensi Digital Asset Service Provider (PSAD) agar bisa beroperasi penuh di ekosistem Bitcoin. Dengan lisensi ini, bank dapat menjalankan layanan seperti penyimpanan, perdagangan, hingga pinjaman berbasis aset kripto, tanpa harus bersentuhan langsung dengan layanan ritel untuk masyarakat umum.
El Salvador Perkuat Posisi Lewat Strategi Investor Besar
Pemerintah tampaknya ingin membidik modal institusional, bukan investor kecil. Strateginya jelas: menarik minat lembaga keuangan global yang mencari yurisdiksi ramah kripto.
Langkah ini diyakini dapat mengalirkan investasi asing langsung sekaligus memperkuat posisi El Salvador sebagai pusat keuangan kripto regional. Namun demikian, kritik juga muncul. Beberapa pihak menilai fokus berlebihan pada investor besar dapat meninggalkan celah dalam upaya memperluas inklusi keuangan domestik.
Di sisi lain, CNF pada Juli lalu melaporkan bahwa El Salvador telah menandatangani Letter of Intent dengan Pakistan. Kerja sama ini mencakup dorongan adopsi Bitcoin di sektor publik dan perluasan inklusi keuangan. Lebih lanjut lagi, kedua negara juga sepakat untuk menyusun kebijakan kripto yang bisa menjadi model bagi negara berkembang, memanfaatkan pengalaman El Salvador dalam mengatur ekosistem digital.
Jejaring Kolaborasi untuk Perkuat Regulasi
El Salvador rupanya tak hanya sibuk mengurus regulasi internal. Maret lalu, seperti yang sudah kami soroti, negara ini meneken pakta kripto terobosan dengan Paraguay. Kesepakatan ini memperkuat kerja sama regulasi global, termasuk langkah-langkah pencegahan pencucian uang dan peningkatan integritas keuangan di industri kripto.
Harapannya, dengan kejelasan regulasi yang lebih baik, kepercayaan pasar bisa ikut terdongkrak. Selain itu, kolaborasi strategis seperti ini dinilai mampu mendorong adopsi institusional dan menstabilkan sentimen di pasar aset digital.
Meski begitu, nada waspada tetap terdengar dari sejumlah analis dan lembaga internasional. Risiko volatilitas harga kripto dan tantangan kepatuhan terhadap standar global masih menjadi bahan perdebatan.
Namun, pemerintah El Salvador tampaknya tak gentar. Dengan kombinasi regulasi ketat, kemitraan internasional, dan fokus pada investor mapan, mereka berupaya membangun ekosistem kripto yang bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga menarik bagi pemain besar.

