- El Salvador tetap konsisten membeli Bitcoin setiap hari meski mendapat tekanan dari lembaga internasional.
- Strategi akumulasi Bitcoin dilakukan secara bertahap dan diam-diam melalui pembelian harian sejak awal 2025.
El Salvador rupanya belum ingin berhenti menjadi headline dalam dunia kripto. Negara kecil di Amerika Tengah ini kembali bikin kejutan: mereka masih membeli BTC setiap hari. Dan hasilnya? Sampai hari ini, saldo Bitcoin mereka sudah menyentuh angka sekitar 6.250 BTC, yang kalau dikonversi ke dolar AS, nilainya tembus US$739 juta.
Meski angka pastinya bisa sedikit bervariasi tergantung sumber dan harga pasar saat itu, trennya jelas: El Salvador makin agresif. Beberapa data mencatat jumlah kepemilikan mereka antara 6.233 sampai 6.250 BTC. Bahkan, dalam kurun waktu enam bulan terakhir saja, portofolio mereka bertambah sekitar 200 BTC. Itu bukan jumlah kecil, apalagi buat sebuah negara.
El Salvador continues to buy BTC daily
Now holds 6,250 BTC worth $739M pic.twitter.com/jJjR3C4WMW
— Mario Nawfal’s Roundtable (@RoundtableSpace) July 27, 2025
Lebih lanjut lagi, yang menarik dari strategi ini bukan cuma soal jumlah. El Salvador menggunakan pendekatan yang bisa dibilang… ya, cukup unik. Mereka gak langsung beli dalam jumlah besar seperti dulu, tapi melakukan akumulasi rutin setiap hari.
Gaya beli model “dollar-cost averaging” versi negara, kalau mau disebut begitu. Tujuannya jelas—biar gak bikin pasar panik dan bisa dapat harga rata-rata yang lebih stabil.
El Salvador Gaet Negara Lain Buat Dorong Adopsi Bitcoin
Di sisi lain, El Salvador juga telah membawa pendekatan kripto ini ke panggung global. Pada pertengahan Juli, CNF melaporkan bahwa mereka menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Pakistan. Isinya? Dorongan adopsi Bitcoin di sektor publik dan juga inklusi keuangan.
Nggak berhenti di situ, mereka juga sepakat untuk bantu negara-negara berkembang menyusun kebijakan kripto dengan belajar dari pengalaman El Salvador.
Bukan cuma itu, Maret lalu mereka juga teken perjanjian kripto bareng Paraguay. Dalam pakta itu, dua negara ini sepakat buat memperkuat kerja sama soal regulasi kripto, termasuk dalam hal pencegahan pencucian uang. Intinya sih, mereka pengen industri ini tetap jalan, tapi tetap dalam jalur yang sehat. Kolaborasi semacam ini bisa bikin institusi lebih percaya buat masuk, karena aturan mainnya makin jelas.
Meski banyak negara maju masih sibuk debat soal regulasi kripto, El Salvador justru melaju dengan strategi yang konsisten. Kadang bikin penasaran juga—apa mereka tahu sesuatu yang belum kita tahu?
Tentu saja, jalan yang mereka pilih ini bukan tanpa tantangan. Sebelumnya, sempat ada tekanan dari IMF yang menyarankan agar El Salvador berhenti menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah. Tapi, meskipun status legal tender sempat direvisi, pembelian BTC tetap lanjut.
Bahkan pada Desember 2024, mereka beli tambahan 11 BTC lagi senilai lebih dari US$1 juta. Jadi bisa dibilang, perubahan aturan itu nggak benar-benar mengubah arah strateginya.
Kalau dilihat dari luar, El Salvador tampaknya sedang membentuk semacam cadangan devisa alternatif—tapi dalam bentuk kripto. Gaya yang nggak biasa, tapi jelas konsisten. Dan sejauh ini, mereka tampak nyaman menjalani pilihan tersebut.

