- Crypto.com mendapatkan asuransi aset digital untuk layanan kustodi AS, mencakup risiko fisik maupun kejahatan digital.
- Masih ada bayang-bayang isu lama terkait dugaan pencetakan ulang token CRO secara diam-diam.
Crypto.com telah mengumumkanmengumumkan bahwa mereka kini memiliki perlindungan asuransi digital sebesar US$120 juta untuk aset yang dititipkan lewat entitas kustodian mereka di Amerika Serikat, Crypto.com Custody Trust Company.
Perlindungan ini mencakup risiko kehilangan fisik maupun pencurian, dan sudah disusun bersama broker Aon dengan dukungan konsorsium underwriter dari Lloyd’s of London. Mereka ingin memoles reputasi di tengah ekspansi layanan kustodi dan menarik minat institusional.
Crypto.com Pasang Tameng, Tapi Sorotan Tak Juga Padam
Namun demikian, langkah ini tidak sepenuhnya membuat semua pihak bersorak. Di saat mereka sedang memoles citra profesional, masih ada sorotan tajam dari kasus yang mencuat beberapa bulan lalu. Maret lalu, CNF melaporkan dugaan serius yang melibatkan perusahaan ini.
Seorang peneliti on-chain bernama ZachXBT menuduh Crypto.com secara diam-diam telah mencetak ulang 70 miliar token CRO—padahal token tersebut sebelumnya diklaim sudah dibakar. Isu ini tentu tidak ringan, karena menyangkut transparansi, sesuatu yang jadi fondasi kepercayaan di dunia kripto.
Kembali ke kabar asuransi, cakupan senilai US$100 juta disiapkan untuk melindungi aset cold storage dari kehilangan fisik, kerusakan, atau pencurian langsung. Sementara US$20 juta sisanya diperuntukkan menangani kejahatan digital seperti peretasan atau pencurian via pihak ketiga.
Masa berlakunya akan berjalan hingga kuartal pertama tahun depan. Bila dilihat dari sisi perlindungan pengguna, ini cukup meyakinkan. Tapi, bukan berarti semua jadi tenang begitu saja.
Masih Ada Tanda Tanya di Balik ETF CRO
Crypto.com tampaknya sedang serius menggenjot visibilitas CRO. Setelah kasus pembakaran ulang token menyeruak, perusahaan ini tetap melangkah maju dengan proyek ambisius: peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) untuk token Cronos (CRO) yang direncanakan pada akhir 2025.
Sayangnya, sampai sekarang, belum ada rincian lebih lanjut yang dibuka ke publik—baik soal sponsor, biaya pengelolaan, hingga bursa tempat produk ini bakal diperdagangkan. Padahal, transparansi adalah mata uang utama dalam ekosistem ini.
Yang menarik, rencana peluncuran ETF ini terjadi di tengah meningkatnya antusiasme pasar terhadap investasi kripto berlabel institusional.
Tapi, waktu peluncurannya bertepatan dengan kemitraan yang juga mengundang kontroversi: peluncuran ETF kripto bersama Trump Media di bawah merek Truth.Fi, yang menonjolkan CRO secara terang-terangan. Buat sebagian orang, ini seperti menyalakan lilin di tengah kabut—terlihat terang, tapi masih samar-samar.
Di sisi lain, langkah pengamanan lewat asuransi ini tetap memberi nafas lega bagi sebagian pengguna, khususnya mereka yang memanfaatkan layanan kustodi untuk kebutuhan institusional atau korporat. Di industri yang masih sering diguncang kasus pencurian atau kebobolan dompet digital, jaminan perlindungan hingga ratusan juta dolar bukan hal sepele.
Namun tetap saja, asuransi bukan solusi akhir. Sebaik apa pun perlindungan finansialnya, kepercayaan publik tidak bisa dibeli—apalagi jika ada jejak digital yang masih dipertanyakan.
Sebagai perbandingan, hanya sekitar 22% bursa kripto global saat ini yang dilengkapi asuransi menyeluruh. Bahkan sebagian besar dari mereka hanya fokus pada perlindungan kejahatan siber, bukan kerugian fisik. Dengan begitu, langkah Crypto.com memang bisa dianggap sebagai upgrade layanan

