- CMBI resmi buka layanan trading kripto 24/7 lewat aplikasi mobile bagi investor profesional di Hong Kong.
- CMBI jadi broker Tiongkok pertama yang dapat lisensi resmi aset virtual dari regulator Hong Kong.
China Merchants Bank International Securities (CMBI) akhirnya membuka jalur baru bagi investor kripto di Hong Kong. Lewat aplikasi milik mereka, investor profesional kini bisa memperdagangkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Tether (USDT) sepanjang waktu—tanpa perlu menunggu jam kerja atau hari bursa.
JUST IN: 🇨🇳🇭🇰 lCMB International Securities, a unit of China Merchants Bank, launches 24/7 crypto trading in Hong Kong, supporting BTC, ETH, and USDT. pic.twitter.com/Ou0QbAYMwF
— Whale Insider (@WhaleInsider) August 18, 2025
CMBI Maju Duluan, Hong Kong Gaspol Atur Kripto
Langkah ini menjadikan CMBI sebagai perusahaan pertama yang punya afiliasi perbankan besar asal Tiongkok dan sekaligus mengantongi lisensi aset digital dari regulator lokal. Tentu saja, ini bukan sekadar pembukaan fitur trading biasa.
CMBI meluncurkannya dengan pendekatan bertahap, memperhatikan aspek kepatuhan dan pengelolaan risiko yang ketat. Mereka tahu betul, bermain di ruang kripto bukan cuma soal peluang, tapi juga soal menjaga kredibilitas dan kepercayaan pengguna.
Di tengah sorotan global soal pengaturan kripto, Hong Kong justru melaju cepat. Kota ini mulai dikenal sebagai salah satu wilayah paling terbuka untuk urusan aset digital—selama aturannya dipatuhi.
Bahkan, mulai Agustus, semua pemegang stablecoin di sana wajib menggunakan nama asli. Jadi, jangan harap bisa nyamar pakai akun palsu. Aturan ini katanya bakal berlaku sementara, sampai sistem pelacakan transaksinya dinilai cukup canggih.
Aturan ketat lainnya juga muncul: stablecoin hanya bisa digunakan jika sudah mengantongi lisensi resmi. Penerima token pun wajib lolos verifikasi identitas menyeluruh. Di sisi lain, CNF melaporkan bahwa pemerintah setempat baru saja melarang penggunaan kontrak pintar dalam cold wallet.
Mereka ingin meningkatkan keamanan penyimpanan aset dan meminimalisir risiko celah penyusupan. Suka atau tidak, ini bukti bahwa Hong Kong benar-benar serius membangun pasar yang aman bagi investor—baik ritel maupun institusional.
Jadi Apa Artinya Bagi Dunia Kripto?
Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar seperti “too much regulation.” Tapi buat pelaku institusional, justru ini kabar baik. Mereka butuh kejelasan hukum sebelum menggelontorkan dana besar ke aset digital. Nah, kehadiran CMBI dengan layanan trading 24 jam bisa jadi sinyal bahwa permintaan dari kalangan profesional mulai tumbuh.
Lebih lanjut lagi, dengan lisensi yang sudah di tangan, bukan tidak mungkin CMBI bakal memperluas penawaran mereka ke jenis aset lain atau layanan tambahan seperti kustodian kripto dan penasihat investasi digital. Mungkin saat ini baru tiga koin yang tersedia, tapi jangan kaget kalau tiba-tiba muncul pilihan altcoin lainnya dalam waktu dekat.
Satu hal yang menarik, Hong Kong tampaknya sedang menguji batas antara inovasi dan pengawasan. Mereka tak hanya memberi ruang gerak lebih luas untuk aset digital, tapi juga secara aktif menutup potensi celah bagi para pelaku kejahatan finansial. Jadi kalau kamu berharap bisa ‘main kotor’ di ekosistem ini, ya… sebaiknya pikir ulang.
Bukan cuma itu, kebijakan-kebijakan semacam ini bisa menginspirasi wilayah lain di Asia untuk merancang sistem regulasi yang seimbang—antara membuka peluang dan tetap menjaga kewaspadaan. Apalagi dengan meningkatnya ketertarikan institusi terhadap kripto, pasar jelas butuh lebih banyak pemain seperti CMBI yang mau masuk tanpa asal-asalan.

