- Circle menggandeng Google untuk mendorong USDC jadi tulang punggung pembayaran agenik antar mesin berbasis AI.
- Integrasi USDC dengan protokol x402 membuka jalan bagi pembayaran mikro otomatis yang lebih efisien dan cepat.
Circle telah mengumumkan rencana menghubungkan stablecoin USDC dengan protokol x402. Langkah ini ditujukan untuk membuka jalan bagi pembayaran antar mesin yang dilakukan secara otomatis oleh agen AI, tanpa perlu campur tangan manusia.
Circle menyebut integrasi ini akan memanfaatkan Circle Gateway, yang memungkinkan transaksi lintas jaringan dengan sistem batching, sehingga pembayaran mikro bisa digabung dan diselesaikan lebih efisien. Bayangkan saja, sebuah agen AI bisa langsung membayar akses data atau API tanpa perlu kartu kredit atau dompet digital tradisional.
AI is transforming how software interacts with the world, and payments will be no exception.
At Circle, we believe @USDC is uniquely suited for machine-to-machine micropayments. It is programmable, interoperable, and near-instantly usable across the open internet.
To explore… pic.twitter.com/kfWWzgfwIm
— Circle (@circle) October 10, 2025
Circle Gandeng Google untuk Dorong Protokol Pembayaran Agenik
Tidak berhenti sampai di situ, Circle juga bekerja sama dengan Google yang sedang mengembangkan Agent Payments Protocol (AP2) dan Agent2Agent (A2A). Protokol ini bertujuan memastikan setiap transaksi agen AI tetap berada dalam kontrol pengguna lewat mandat kriptografis.
Kolaborasi ini melibatkan lebih dari 60 perusahaan teknologi dan finansial besar, menegaskan keseriusan industri dalam mengantisipasi era baru di mana agen AI bisa bertransaksi sendiri.
Jadi, kalau dulu orang sibuk membicarakan dompet digital, sekarang pertanyaannya mungkin bergeser: siapkah kita membiarkan “robot kecil” kita melakukan pembayaran sehari-hari?
Peran USDC di Tengah Arus Inovasi Baru
Ekosistem x402 mulai menunjukkan potensinya melalui fitur x402 Bazaar yang digerakkan Coinbase. Dengan sistem ini, agen bisa membayar layanan API menggunakan USDC hanya dalam 200 milidetik.
Circle di sisi lain juga menyiapkan fondasi lebih kokoh lewat kemitraan dengan Crossmint untuk memperluas penerapan pembayaran otomatis berbasis stablecoin. Bukan cuma itu, Circle sudah menanamkan jejak penting di berbagai jaringan.
Juni lalu, USDC resmi hadir di XRP Ledger tanpa perlu jembatan lintas jaringan tambahan. Sementara itu, merchant Shopify kini bisa menerima USDC dengan penyelesaian langsung dalam mata uang lokal berkat kerja sama dengan Coinbase.
Di sisi lain, awal Agustus lalu CNF melaporkan Circle meluncurkan USDC native dan CCTP V2 di Hyperliquid. Hasilnya cukup mencolok, karena AUM Hyperliquid melonjak hingga US$5,5 miliar setelah arus masuk besar dari USDC versi native. Data ini menunjukkan strategi Circle bukan sekadar teori, melainkan sudah menciptakan dampak nyata di pasar.
Namun demikian, jalan menuju adopsi luas masih penuh tantangan. Regulasi menjadi isu utama: apakah transaksi antar agen akan dianggap sama dengan transaksi finansial tradisional? Keamanan juga tak kalah penting, karena verifikasi identitas agen dan pencegahan penipuan menjadi kunci agar model ini bisa diterima masyarakat luas.
Selain itu, masih ada pekerjaan rumah soal interoperabilitas, memastikan protokol seperti x402 dan AP2 bisa berfungsi di berbagai ekosistem tanpa hambatan teknis.
Meski begitu, arah yang ditempuh Circle memperlihatkan satu hal: stablecoin mulai bergerak dari sekadar alat transfer lintas bursa menuju infrastruktur inti bagi dunia digital yang kian otomatis.

