- CEO Tether, Paolo Ardoino, menekankan kolaborasi untuk membangun kasus penggunaan dunia nyata untuk BTC, USDT, dan teknologi kebebasan.
- Tether mengintegrasikan AI dan blockchain untuk berinovasi dalam aplikasi global, dengan fokus pada solusi terdesentralisasi dan kebebasan teknologi.
Tether, perusahaan di balik USDT, stablecoin terbesar di dunia, masih terus mendorong batas-batas blockchain dan teknologi keuangan.
CEO Paolo Ardoino baru-baru ini mengungkapkan bahwa Tether sedang mengembangkan terobosan kasus penggunaan dunia nyata untuk Bitcoin (BTC), USDT, dan teknologi kebebasan fundamental lainnya dalam kolaborasi dengan mitranya.
Rencana berani ini menekankan keinginan perusahaan untuk memperluas penggunaan kripto di luar sistem keuangan tradisional.
Sejalan dengan ambisi ini, CNF baru-baru ini melaporkan bahwa Tether bermaksud untuk memperkenalkan platform kecerdasan buatan pada tahun 2025 yang dimaksudkan untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan kecerdasan buatan melalui ponsel mereka.
Tether is actively working with its partners to build the widest real-world use-cases for $BTC , $USDt and other core freedom tech (P2P, private AI, …).
Our dedication goes to the hundreds of millions (likely billions already) of people in our network of reach.
Unstoppable…
— Paolo Ardoino 🤖🍐 (@paoloardoino) December 24, 2024
Tether: Investasi Strategis dan Solusi Finansial Inovatif
Di antara aktivitas terbaru Tether adalah investasi senilai US$775 juta di perusahaan hosting video Rumble. Tindakan yang diperhitungkan ini menggarisbawahi dukungan Tether terhadap solusi media yang terdesentralisasi dan berbasis komunitas, sehingga memperkuat tujuannya untuk mengadvokasi akses terbuka terhadap pengetahuan dan kebebasan berekspresi.
Perusahaan ini juga telah maju dalam penambangan Bitcoin. Dengan setengah miliar dolar yang dialokasikan untuk mengembangkan aktivitas penambangannya, Tether berharap untuk menjadi salah satu penambang Bitcoin teratas di seluruh dunia.
Tether juga telah meluncurkan produk keuangan kreatif seperti stablecoin yang didukung emas, aUSDT. Pengguna token khusus ini dapat menukarkan uang fiat dengan Tether Gold, yang secara fisik didukung oleh kepemilikan emas di Swiss.
Ini menawarkan pilihan bagi mereka yang mencari aset digital dengan nilai yang melekat namun tetap terhubung dengan mata uang AS. Perkembangan ini menunjukkan kapasitas Tether untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda dan memperluas lini produknya.
Terlepas dari aktivitasnya yang berpusat pada pengembangan blockchain, Tether juga mengeksplorasi teknologi futuristik. Blackrock Neurotech, sebuah perusahaan chip otak dengan investasi US$200 juta, menunjukkan keinginannya untuk memajukan antarmuka manusia-komputer.
Konsentrasi pada teknologi neural ini menunjukkan keinginan Tether untuk memasukkan ide-ide inovatif ke dalam ekosistemnya.

