- BitMine menambah cadangan Ethereum hingga 1,297 juta ETH melalui FalconX, Galaxy Digital, dan BitGo dalam waktu singkat.
- Perusahaan berencana menerbitkan saham senilai US$20 miliar untuk memperbesar kepemilikan hingga 5% dari total pasokan ETH.
Perusahaan treasuri Ethereum, BitMine (BMNR), kembali membuat langkah besar dengan menambah 135.135 ETH senilai sekitar US$600 juta hanya dalam waktu 10 jam, setara Rp95 triliun.
Transaksi jumbo itu dijalankan melalui tiga penyedia layanan institusional, yakni FalconX, Galaxy Digital, dan BitGo. Dengan tambahan tersebut, total cadangan Ethereum BitMine kini mencapai 1,297 juta ETH atau setara Rp95 triliun, menempatkan mereka sebagai salah satu pemegang ETH terbesar di dunia.
Di balik angka fantastis ini, strategi BitMine jelas terlihat: mereka tidak hanya mengandalkan mining, tetapi menggeser fokus menjadi pengelola treasuri aset digital. Gaya mereka bahkan kerap dibandingkan dengan Strategy, bedanya kalau Strategy terobsesi Bitcoin, BitMine justru menjadikan Ethereum sebagai inti portofolio.
BMNR (@BitMNR) 在过去 10 小时里,继续通过 FalconX、Galaxy Digital 和 BitGo 等三家机构业务平台增持了 135,135 枚 ETH,价值 $6 个亿。
他们的 ETH 总储备数量现在已经来到了 129.7 万枚,价值 $57.7 亿。
本文由 #Bitget|@Bitget_zh 赞助 pic.twitter.com/FOQyB9lHCw
— 余烬 (@EmberCN) August 16, 2025
BitMine Kebut Akumulasi ETH dan Bidik 5% Pasokan Global
Pada 11 Agustus lalu, CNF melaporkan bahwa BitMine sudah menguasai lebih dari 1,15 juta ETH dengan nilai US$4,96 miliar. Saat itu, posisinya langsung tercatat sebagai treasuri ETH korporat terbesar di dunia.
Kini, hanya berselang beberapa hari, jumlahnya bertambah lagi menjadi 1,297 juta ETH. Ritme akumulasinya begitu cepat, seolah perusahaan ini tengah berpacu dengan waktu.
Bukan cuma itu, BitMine juga berencana menerbitkan saham senilai hingga US$20 miliar untuk membeli lebih banyak ETH. Target ambisiusnya: menguasai hingga 5% dari total pasokan Ethereum. Pertanyaan pun muncul, apakah strategi ini bisa mengganggu distribusi pasar? Atau justru memperkuat narasi bahwa Ethereum kian dianggap aset institusional setara dengan emas digital.
Di sisi lain, kepemilikan ETH dalam jumlah raksasa membuka peluang tambahan bagi BitMine. Melalui staking, ETH itu bisa menghasilkan imbal hasil tahunan di kisaran 1,7% sampai 2,2%. Artinya, selain menahan aset untuk jangka panjang, mereka juga mendapatkan pendapatan pasif yang lumayan.
Mekanisme burn dari EIP-1559 pun menambah daya tarik, sebab pasokan ETH terus menyusut, sehingga setiap unit yang disimpan bisa bernilai lebih tinggi seiring waktu.
Namun demikian, langkah besar ini tentu membuat pasar waspada. Bayangkan saja, satu perusahaan memiliki kekuatan likuiditas yang bisa memengaruhi arus jual beli harian. Investor ritel mungkin bertanya-tanya, apakah mereka masih punya ruang untuk bermain di tengah dominasi institusi sebesar ini?
Akses Institusional Baru, The Ether Machine Bikin Panas Persaingan ETH
Menariknya, BitMine bukan satu-satunya yang mengincar dominasi di ruang Ethereum. Pada Juli lalu, kami melaporkan soal The Ether Machine yang menyiapkan akses institusional terbesar ke Ethereum dengan modal 400.000 ETH plus struktur perusahaan publik.
Dukungan dari Pantera dan sejumlah raksasa kripto lain membuat langkah mereka tidak bisa dianggap remeh. Transparansi dan kepatuhan regulasi yang mereka tonjolkan bisa jadi alternatif bagi investor besar yang ingin masuk dengan cara lebih formal.
Lebih lanjut lagi, kehadiran The Ether Machine seakan memanaskan persaingan di segmen treasury Ethereum. BitMine unggul dalam jumlah kepemilikan, sementara Ether Machine membawa model yang lebih terbuka bagi institusi.
Dua pendekatan berbeda ini pada akhirnya bisa mempercepat transformasi Ethereum sebagai aset global yang tak hanya diminati komunitas kripto, tetapi juga institusi keuangan tradisional.

