- BitMEX menerima RLUSD sebagai margin derivatif melalui sistem Multi‑Asset Margining pertama di industri.
- Kampanye “Ripple Effect” BitMEX beri insentif pengguna untuk pakai RLUSD dalam spot dan derivatif.
BitMEX telah menjadi platform pertama yang membuka pintu bagi Ripple USD (RLUSD) untuk digunakan sebagai margin dalam perdagangan derivatif. Langkah ini diperkenalkan lewat kampanye bertajuk “Ripple Effect,” dan sudah aktif sejak akhir Mei lalu.
Pengguna kini bisa memakai RLUSD bukan hanya untuk transaksi spot, tapi juga untuk mendanai posisi derivatif seperti perpetual dan futures. Fitur ini menjadi bagian dari sistem Multi-Asset Margining BitMEX yang memang didesain agar trader punya lebih banyak opsi fleksibel.
Big waves from @Ripple 🌊
We're proud to be the first exchange to offer $RLUSD as margin for derivatives trades.
Learn how to trade with $RLUSD as margin on BitMEX now 👇https://t.co/wSZcGVDNM9 https://t.co/8d3jLNn5F3
— BitMEX (@BitMEX) July 3, 2025
Bukan cuma itu, BitMEX juga menyiapkan hadiah sebesar 15.000 RLUSD bagi pengguna aktif yang mengikuti kampanye ini. Mulai dari pengguna yang sekadar membeli RLUSD di pasar spot, hingga trader yang menggunakannya sebagai margin dengan volume tertentu, semuanya punya kesempatan mendapat reward.
Bahkan, ada airdrop acak untuk mereka yang menyimpan RLUSD dalam jumlah minimum. Tapi yang lebih menarik lagi, RLUSD bukan sekadar stablecoin biasa—pengguna bisa melakukan deposit melalui jaringan ERC-20 maupun XRP Ledger (XRPL), memberi keleluasaan bagi yang punya preferensi berbeda.
Ripple Bawa RLUSD ke Banyak Jalur Pembayaran
Di sisi lain, CNF sebelumnya melaporkan bahwa volume transaksi harian RLUSD sudah mencapai US$10 miliar di seluruh ekosistemnya. Angka sebesar itu tentu tak datang begitu saja. Ripple telah lebih dulu menyisipkan RLUSD ke dalam Ripple Payments sejak awal tahun.
Hasilnya, RLUSD kini jadi bagian penting dari solusi pembayaran lintas negara, terutama bagi lembaga keuangan yang ingin jalur lebih cepat dan efisien dibandingkan metode tradisional.
Lebih lanjut lagi, Ripple juga menggandeng OpenPayd agar RLUSD bisa diakses dengan lebih mudah. Kolaborasi ini memungkinkan institusi untuk melakukan pembayaran global hanya melalui satu API—tanpa perlu integrasi yang merepotkan. Cukup satu pintu untuk menjangkau banyak tujuan. Kalau ditarik ke praktik nyata, ini bisa sangat membantu perusahaan yang punya klien internasional, tapi tidak ingin berurusan dengan birokrasi bank.
Namun belum berhenti di situ. Baru pekan lalu, Ripple kembali bikin langkah besar dengan mengumumkan kerja sama dengan Wormhole. Mereka ingin membuka akses RLUSD dan aset lainnya ke lebih dari 35 jaringan blockchain, termasuk EVM sidechain XRPL.
Bagi para pengembang dan pengguna aktif di ekosistem kripto, ini berarti kemampuan untuk memindahkan aset atau kontrak pintar dari XRPL ke jaringan lain jadi jauh lebih mudah—tanpa harus keluar dari ekosistem Ripple.
Stablecoin Baru yang Mulai Dilirik Trader Derivatif
Kehadiran RLUSD sebagai margin tentu membawa angin segar bagi trader yang ingin alternatif dari USDT atau USDC. Dengan nilai yang stabil terhadap dolar dan sudah diaudit, stablecoin ini juga mulai dilirik bukan hanya karena branding Ripple, tapi karena fungsinya yang benar-benar bisa digunakan lintas jaringan.
BitMEX jadi tempat pertama yang memberanikan diri mengintegrasikannya dalam skala besar untuk derivatif, dan bukan tidak mungkin ini bakal diikuti oleh bursa lain.
Apakah ini pertanda kalau kita akan melihat RLUSD makin sering muncul dalam strategi trading dan pembayaran global? Bisa jadi. Dengan integrasi lintas blockchain, API tunggal untuk pembayaran lintas negara, serta dukungan dari platform sekelas BitMEX, RLUSD memang sedang diposisikan bukan sekadar stablecoin tambahan—tapi sebagai salah satu pondasi baru ekosistem kripto global.

