- Bitmain luncurkan Antminer S23 Hydro dengan efisiensi daya 9,5 J/TH dan sistem pendingin cair.
- Perangkat ini lebih cocok untuk tambang skala besar karena butuh infrastruktur tambahan.
Bitmain kembali mencuri perhatian dunia penambangan Bitcoin lewat peluncuran perangkat terbarunya, Antminer S23 Hydro. Dikenalkan kali pertama pada World Digital Mining Summit (WDMS) 2025, perangkat ini mengusung efisiensi daya 9,5 J/TH, menurut the Miner Mag.
Di tengah pasar yang mulai jenuh dan penuh tekanan, langkah ini seolah jadi pernyataan bahwa Bitmain belum selesai berinovasi, meski sempat dihadang berbagai drama tahun sebelumnya.
Bitmain Dorong Efisiensi Lewat Pendingin Cair Antminer S23
Lebih lanjut lagi, Antminer S23 Hydro ini hadir dengan kekuatan hashrate 580 TH/s dan konsumsi daya mencapai 5.510 watt. Dengan sistem pendingin cair atau hydro-cooling, performa perangkat ini diharapkan tetap stabil meskipun bekerja non-stop dalam suhu tinggi.
Coba bayangkan kalau kamu punya ratusan mesin yang tak gampang panas, operasional bisa jadi jauh lebih efisien. Tapi ya, jangan buru-buru mimpi indah dulu, pendingin cair butuh infrastruktur tambahan: pipa, pompa, dan sistem sirkulasi. Jadi buat para miner rumahan, mungkin harus pikir-pikir dulu sebelum pasang satu di kamar sebelah kulkas.
Langkah Baru Setelah Riwayat Penuh Teka-Teki
Kalau kita tarik ke belakang sedikit, sebenarnya Bitmain sudah mengisyaratkan arah baru sejak Januari 2025. Saat itu mereka meluncurkan program penjualan hashrate seharga US$9 per TH/s. Tujuannya? Ya, untuk mengurangi stok S19XP Hydro yang mulai numpuk.
Model itu sendiri punya hashrate 257 TH/s dengan efisiensi 20,8 J/TH—jauh di bawah performa S23 Hydro sekarang. Dalam program itu, pelanggan cukup bayar biaya hosting US$0,10 per kWh, dan diberi fleksibilitas soal kepemilikan setelah masa kontrak selesai. Bisa dibilang ini jadi cara halus untuk bersih-bersih gudang, tapi tetap kasih value ke pengguna.
Kemudian pada Maret 2025, Bitmain juga sempat merilis batch baru Antminer S21 XP Hydro untuk pengiriman kuartal keempat tahun ini, ditawarkan dengan harga US$21,5 per TH setelah diskon. Tapi tentu saja, S23 Hydro datang dengan target yang lebih tinggi, bukan hanya dari sisi kinerja, tapi juga cara mereka mengemas skema pembayarannya.
Kini mereka menawarkan opsi cicilan: 40% di awal, dua kali 30% di tengah jalan, bahkan bisa gunakan Bitcoin sebagai jaminan. Lucunya, rasanya kayak beli rumah tapi isinya rig miner.
Namun demikian, ada satu cerita yang masih membayangi Bitmain hingga kini. Pada November 2024, beberapa perusahaan tambang Bitcoin di Amerika Serikat mengeluh soal pengiriman Antminer S21 dan T21 yang ditahan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Alasan resminya? Terkait penyelidikan perusahaan chip Sophgo, yang katanya punya afiliasi dengan Huawei dan diduga melanggar sanksi. Masalah ini bikin beberapa shipment tertahan berbulan-bulan, memicu biaya logistik yang nggak kecil, dan bikin beberapa pengusaha tambang harus putar otak supaya tidak rugi lebih jauh.
Kini, dengan kehadiran S23 Hydro, Bitmain seperti ingin menghapus semua noda dari lembar lama. Mereka mendorong batas efisiensi, memperluas pilihan pembayaran, dan menyasar pasar skala besar yang memang haus akan mesin hemat energi.
Tapi ya, seperti biasa, teknologi tinggi datang dengan konsekuensi. Perlu dana besar, setup matang, dan keberanian untuk tetap menambang di tengah fluktuasi yang kadang bikin deg-degan.

