- Binance Futures resmi merilis kontrak perpetual LAUSDT dengan leverage hingga 50x untuk trader global.
- Token LA berasal dari proyek Lagrange Labs yang mengembangkan solusi zero-knowledge untuk lintas jaringan.
Binance Futures resmi merilis kontrak perpetual LAUSDT pada 5 Juni 2025, membuka peluang bagi para trader untuk memperdagangkan token Lagrange (LA) dengan leverage hingga 50x. Bukan cuma itu, kontrak ini juga mendukung mode Multi-Assets, jadi pengguna bisa menggunakan aset lain seperti BTC untuk margin. Biaya pendanaan dijadwalkan setiap empat jam, dengan batas ±2%.
Binance Dukung Inovasi ZKP Lewat Peluncuran Token LA
LA sendiri sebelumnya telah masuk ke Binance Alpha Market dan menarik perhatian karena berasal dari proyek Lagrange Labs, pengembang teknologi zero-knowledge proof (ZKP) yang fokus pada interoperabilitas dan skalabilitas lintas jaringan. Dengan semangat membangun sistem yang cepat sekaligus tangguh, Lagrange tampaknya bukan proyek yang asal lewat.
Di sisi lain, Binance juga sedang menyesuaikan langkahnya di Eropa. CNF melaporkan bahwa sejak awal April lalu, platform ini menghentikan perdagangan spot USDT di wilayah tersebut untuk mematuhi regulasi MiCA. Tapi tenang, buat trader yang kreatif, jalan masih terbuka—kontrak berjangka seperti LAUSDT tetap bisa diakses. Artinya, meskipun ada pembatasan, ruang gerak belum sepenuhnya tertutup.
Regulasi Longgar, Minat Pasar Meningkat
Menariknya, peluncuran ini hadir tak lama setelah angin segar datang dari Amerika Serikat. Pada 30 Mei lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) secara resmi mencabut gugatan terhadap Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao. Gugatan itu awalnya menuduh Binance menjalankan bursa tidak terdaftar dan menyesatkan investor.
Tapi dengan adanya perubahan pendekatan di era pemerintahan Trump, arah kebijakan mulai condong ke arah yang lebih akomodatif terhadap industri kripto. Sebelumnya, Binance juga telah menyelesaikan urusan hukumnya dengan Departemen Kehakiman AS dengan membayar denda besar, sedangkan Zhao sendiri membayar US$50 juta dan menjalani hukuman penjara selama empat bulan.
Lebih lanjut lagi, Binance Wallet juga sedang sibuk menggoda komunitas Solana. Baru-baru ini, mereka meluncurkan program restaking dengan total hadiah US$1 juta yang berlangsung hingga akhir Agustus. Pengguna bisa restake SOL atau BNSOL melalui dua strategi, Fragmetric dan Solayer. Lumayan menarik, terutama bagi mereka yang ingin menambah pemasukan sambil tetap hodl.
Sementara itu, studi internal yang dirilis Binance beberapa jam lalu mengungkap sisi menarik dari basis pengguna mereka di Spanyol. Ternyata, mayoritas investor kripto di sana adalah pria berusia 26 hingga 45 tahun, kebanyakan bekerja sebagai freelancer, dan mengadopsi strategi investasi jangka panjang.
Yang mengejutkan, Spanyol mencatatkan persentase tertinggi wanita investor kripto di Eropa: 18%. Coba bayangkan kalau data ini terus naik, bukan tak mungkin komposisi pasar kripto Eropa akan berubah wajah dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan semua dinamika ini, peluncuran LAUSDT tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih besar. Di satu sisi, ini jadi bentuk adaptasi terhadap regulasi. Tapi di sisi lain, ini juga mempertegas bahwa Binance belum habis ide. Mereka justru sedang memainkan langkah-langkah cerdas untuk tetap relevan, entah di Eropa, AS, atau di mana pun ada internet dan orang penasaran sama kripto.

